SIMALUNGUN – Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Simalungun kembali memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, kebakaran melanda lahan seluas kurang lebih 4 hektare di kawasan bekas tempat kremasi, Huta IV, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Malela, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Menanggapi kejadian tersebut, personel Polsek Bangun, Polres Simalungun, bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Respons sigap ini dilakukan guna mencegah api meluas ke permukiman warga maupun lahan produktif di sekitarnya.
Kebakaran yang dikategorikan sebagai peristiwa non-pidana ini menghanguskan berbagai vegetasi, mulai dari bambu, tanaman ubi, kelapa sawit, hingga semak belukar kering di lahan yang tidak terawat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut, meski kerugian material diperkirakan cukup besar.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Kamis malam (26/3/2026), membenarkan kejadian tersebut sekaligus menjelaskan kronologi awal peristiwa.
“Setelah menerima informasi, personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Dugaan sementara, api berasal dari rumput kering yang terbakar akibat suhu panas tinggi, kemudian membesar karena tiupan angin,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi lahan yang kering dan tidak terawat menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api ke beberapa titik sekaligus.
Di lokasi kejadian, dua personel Polsek Bangun, yakni AIPTU A. Ginting dan AIPDA Jefry Hutapea, langsung melakukan upaya pengendalian serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan api tidak meluas.
Dalam peristiwa ini, seorang warga bernama Josen (49), wiraswasta, tercatat sebagai pihak terdampak. Sementara itu, Kamiran (64), warga setempat, menjadi saksi mata saat kebakaran terjadi.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.I.K., S.H., M.M., melalui Kasi Humas menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi karhutla di tengah musim panas yang berkepanjangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api sekecil apa pun,” tegas AKP Verry Purba.
Kapolres juga menekankan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting untuk meminimalisir risiko kebakaran yang dapat berdampak luas terhadap lingkungan maupun kesehatan.
“Polri siap hadir dan bergerak cepat, namun tanpa dukungan masyarakat, upaya pencegahan tidak akan maksimal. Mari kita jaga lingkungan kita bersama,” pungkasnya.
Polres Simalungun juga mengajak masyarakat untuk segera menghubungi Polsek terdekat atau layanan darurat apabila menemukan indikasi kebakaran, guna memastikan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Tim




















