MEDAN – Polda Sumatera Utara memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Medan dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara tetap aman dan kondusif pasca terjadinya pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian wilayah Sumatera sejak Jumat malam.
Langkah cepat langsung dilakukan jajaran kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan akibat padamnya aliran listrik yang dipicu gangguan jaringan sistem Muara Bungo, Jambi pada Jumat (22/05/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.
Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan, saat memimpin Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Sabtu (23/05/2026) malam menegaskan bahwa Kapolda Sumut bersama seluruh jajaran bergerak cepat melakukan deteksi dini, patroli skala besar, hingga pengamanan di berbagai titik strategis guna memastikan masyarakat tetap merasa aman.
“Sejak malam kejadian, bapak Kapolda bersama seluruh jajaran langsung melaksanakan deteksi dini, patroli, dan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari blackout tersebut. Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada kejadian menonjol di wilayah hukum Polda Sumut,” ujar Brigjen Pol Sonny Irawan.
Menurutnya, Polda Sumut mengerahkan personel di 29 Polres yang tersebar di 33 kabupaten/kota sebagai langkah preventif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah situasi pemadaman listrik.
Selain melakukan patroli dan penjagaan, kepolisian juga terus berkoordinasi intensif dengan pihak PLN terkait percepatan pemulihan jaringan listrik di Sumatera Utara. Berdasarkan data terbaru, pemulihan listrik di Sumut telah mencapai 71,8 persen, sementara khusus Kota Medan sudah berada di angka 76,8 persen.
“Kami berharap proses pemulihan dapat segera mencapai 100 persen. Koordinasi dengan PLN terus kami lakukan, baik melalui komunikasi langsung maupun pengecekan ke lapangan,” katanya.
Tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah, Polda Sumut juga memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Sumatera Utara tetap aman dan berjalan normal. Kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina serta pengelola SPBU guna mengantisipasi kendala transaksi barcode yang sempat terganggu akibat gangguan jaringan telekomunikasi.
“Untuk stok BBM aman dan normal. Kalau ada kepadatan di SPBU, itu lebih karena kepanikan masyarakat sesaat. Namun secara umum distribusi tetap berjalan lancar,” jelas Sonny.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan pihaknya mengerahkan sedikitnya 365 personel gabungan untuk melaksanakan pengamanan malam hari di berbagai titik rawan di Kota Medan.
Sebanyak 78 unit mobil patroli dan 58 kendaraan roda dua disiagakan untuk melakukan patroli mobile, pengaturan lalu lintas, serta pengamanan di wilayah yang terdampak pemadaman listrik.
“Kami memiliki tiga sasaran utama dalam pengamanan ini, yakni penjagaan di persimpangan jalan yang masih mengalami pemadaman listrik, patroli mobile di titik rawan kejahatan jalanan, dan floating personel di SPBU-SPBU,” ujar Calvijn.
Ia menambahkan, personel kepolisian juga ditempatkan di 29 lokasi yang mengalami pemadaman listrik serta melakukan pengamanan di 91 SPBU yang tersebar di Kota Medan guna memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumut bersama Kapolrestabes Medan turut meninjau langsung situasi masyarakat serta aktivitas pengisian BBM di SPBU Coco Jalan Puteri Hijau Medan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik di tengah proses pemulihan listrik.
Polda Sumut mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama proses pemulihan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu yang dapat menimbulkan keresahan. Polisi hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (Tim)














