SIMALUNGUN – Komitmen Polri dalam menjamin keselamatan masyarakat kembali ditegaskan Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, SH, SIK, MM. Turun langsung ke lapangan dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Tigaras, Kapolres tak hanya memeriksa kelayakan angkutan umum, tetapi juga memberikan imbauan tegas dan berani kepada penumpang: jangan ragu menegur bahkan memarahi sopir yang ugal-ugalan.
Inspeksi tersebut merupakan bagian dari pengawasan intensif Operasi Lilin Toba 2025, guna memastikan keamanan dan kenyamanan transportasi masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Keselamatan penumpang adalah yang utama. Kalau ada sopir yang ngebut, ugal-ugalan, atau membahayakan, jangan segan-segan ditegur, bahkan dimarahi. Jangan takut. Keselamatan kalian jauh lebih penting,” tegas Kapolres Marganda saat dikonfirmasi Minggu malam (21/12/2025) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kapolres menjelaskan, kegiatan dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan pengecekan di Pos Pam VI Saribu Dolok, dilanjutkan ke Pos Terpadu Pelabuhan Tigaras. Di lokasi ini, ia memeriksa langsung angkutan umum yang baru tiba dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Tak sekadar formalitas, Kapolres menyempatkan diri berdialog langsung dengan para penumpang, menanyakan kondisi perjalanan, kenyamanan, hingga potensi bahaya yang dirasakan selama di perjalanan.
“Saya ingin memastikan sendiri bagaimana kondisi di dalam kendaraan. Penumpang adalah pihak yang paling merasakan langsung dampak cara mengemudi sopir,” ujarnya.
Selain mendorong keberanian penumpang menegur sopir, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan darurat Polri.
“Kalau ada kondisi darurat, ancaman keselamatan, atau butuh bantuan cepat, langsung hubungi Call Center Polri 110. Gratis, aktif 24 jam, dan bisa dihubungi dari mana saja,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, Kapolres melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari:
- Kesesuaian SIM sopir dengan jenis kendaraan angkutan umum
- Kondisi fisik kendaraan secara kasat mata, meliputi ban, rem, lampu, dan perlengkapan keselamatan
- Kelengkapan peralatan wajib kendaraan
“Tidak semua jenis SIM bisa membawa angkutan umum. Ini menyangkut kompetensi dan keselamatan banyak nyawa,” tegas Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan pesan menyentuh namun tegas kepada para sopir angkutan umum.
“Di tangan bapak-bapak ada puluhan nyawa. Mereka adalah titipan keluarga yang menunggu di rumah. Lebih baik sampai lambat tapi selamat, daripada cepat tapi celaka,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar sopir tidak memaksakan diri saat lelah atau mengantuk, serta meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca yang tidak menentu.
“Kalau hujan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, pastikan wiper dan rem berfungsi. Jangan ambil risiko,” imbuhnya.
Di akhir kegiatan, Kapolres memberikan apresiasi kepada sopir yang tertib dan bertanggung jawab, sekaligus menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan selama Operasi Lilin Toba 2025 yang berlangsung 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
“Kami pastikan angkutan umum layak jalan dan sopirnya kompeten. Tujuannya satu: masyarakat aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkas AKBP Marganda Aritonang.
Tim Red : A01













