SIMALUNGUN – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan secara nyata di tengah sawah. Babinsa Koramil 07/Bosar Maligas Kodim 0207/Simalungun, Pelda Sumardi, turun langsung mendampingi panen padi milik petani di Huta VII Kampung Jawa, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Ujung Padang, Minggu (21/12/2025).

Di atas hamparan sawah seluas 17 rante milik Syarif, anggota Kelompok Tani (Poktan) Mandiri, kebersamaan antara TNI dan petani terjalin tanpa sekat. Padi yang menguning siap panen menjadi saksi kehadiran Babinsa yang tak hanya memberi semangat, tetapi ikut bekerja, memanen, dan memastikan seluruh proses berjalan tertib dan aman.

Pelda Sumardi terlihat menyatu dengan para petani—memetik padi, membantu pengaturan alur kerja, hingga memastikan alat panen digunakan dengan tepat. Kehadiran Babinsa di lapangan bukan seremonial belaka, melainkan bentuk pendampingan riil untuk memastikan hasil panen maksimal dan tidak terkendala.

Usai panen, Pelda Sumardi memberikan penekanan penting kepada para petani terkait kualitas hasil panen dan penanganan pascapanen. Ia mengingatkan bahwa kerja keras di sawah akan sia-sia jika kualitas padi menurun akibat kelalaian saat pengeringan, penyimpanan, atau distribusi.

“Kualitas menentukan harga. Jangan sampai jerih payah petani turun nilainya hanya karena kurang cermat di tahap akhir,” tegasnya.

Tak hanya itu, Babinsa juga menyoroti pentingnya kekompakan dan komunikasi antarpetani. Menurutnya, petani yang solid dan terorganisir akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar dan tidak mudah ditekan oleh tengkulak.

“Petani harus saling berbagi informasi dan bersatu. Dengan kebersamaan, harga bisa dijaga dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.

Pendampingan tersebut mendapat sambutan hangat dari para petani. Syarif, pemilik lahan, mengaku merasa terbantu dan dihargai dengan kehadiran Babinsa di tengah proses panen.

“Kami merasa tidak sendirian. Babinsa bukan hanya membantu tenaga, tapi juga memberi pemahaman agar kami lebih kuat dan mandiri sebagai petani,” ungkapnya.

Kegiatan ini menegaskan peran strategis Babinsa sebagai mitra masyarakat di garis depan, khususnya dalam sektor pertanian. Di tengah tantangan ketahanan pangan, fluktuasi harga, dan tekanan ekonomi petani, kehadiran Babinsa menjadi penguat moral sekaligus penggerak produktivitas.

Melalui pendampingan panen padi ini, Koramil 07/Bosar Maligas kembali menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program, tetapi kerja nyata di lapangan. Sinergi TNI dan petani menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.


Tim Red : Toba Sinambela