Simalungun, — Pemerintah Nagori Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun bersama PT PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Bah Lias melaksanakan kegiatan rekonstruksi jalan produksi hasil bumi masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan sektor pertanian dan perekonomian warga setempat.
Kegiatan rekonstruksi jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, mengingat akses jalan produksi sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga menyulitkan aktivitas pengangkutan hasil pertanian warga.
Nagori Partimbalan sendiri merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bandar Masilam yang berada di jalur penghubung Kabupaten Simalungun menuju perbatasan Kabupaten Batu Bara. Dengan luas wilayah sekitar 1.414 hektare dan jumlah penduduk kurang lebih 1.200 kepala keluarga, mayoritas masyarakat menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian dan perkebunan.
Pangulu Nagori Partimbalan, Dearma Saragih mengatakan bahwa sekitar 80 persen wilayah Nagori Partimbalan merupakan lahan pertanian produktif dengan komoditas utama kelapa sawit dan ubi kayu/singkong.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan produksi yang layak sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperlancar distribusi hasil bumi dari lahan pertanian menuju pusat penjualan maupun pabrik pengolahan.
“Selama ini kondisi jalan produksi mengalami kerusakan cukup berat sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian. Namun setelah dilakukan rekonstruksi, kini jalan tersebut sudah jauh lebih baik dan dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam,” ujar Dearma Saragih kepada wartawan, Minggu (24/05/2026).
Ia menjelaskan, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pengerahan alat berat dari PT Lonsum Bah Lias tersebut merupakan bantuan untuk ketiga kalinya yang diterima Pemerintah Nagori Partimbalan.
Kali ini, bantuan CSR dimanfaatkan untuk merekonstruksi jalan produksi masyarakat sepanjang kurang lebih lima kilometer, termasuk perbaikan saluran drainase di sepanjang badan jalan.
“Alhamdulillah, selama kurang lebih tiga hari pekerjaan berjalan dengan baik dengan melibatkan dua unit alat berat, yakni beko loader dan grader. Saat ini jalan produksi tersebut sudah nyaman dilalui masyarakat untuk mengangkut hasil bumi,” tambahnya.
Dearma Saragih juga mengungkapkan bahwa bantuan CSR tersebut dapat terealisasi melalui pengajuan permohonan yang dilakukan oleh Koperasi Produsen “Jatirejo I” yang dipimpin Ketua Zulkarno, SP bersama Sekretaris Bambang Sribangun Damanik.
Permohonan tersebut kemudian mendapat respon positif dari pihak manajemen PT Lonsum Bah Lias di bawah kepemimpinan Manager Kebun Bah Lias, Hendrik Hayata.
“Atas nama Pemerintah Nagori Partimbalan dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak PT Lonsum Bah Lias, khususnya kepada Bapak Hendrik Hayata yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat kami melalui program CSR perusahaan,” ungkap Dearma Saragih.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus Koperasi Produsen “Jatirejo I” yang dinilai aktif dan memiliki kepedulian tinggi dalam mendukung pembangunan desa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah nagori, koperasi, perusahaan, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah, baik di bidang infrastruktur maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya kerja sama yang baik seperti ini, kami optimis Nagori Partimbalan akan terus berkembang ke depannya, baik dalam pembangunan fisik maupun pembangunan sosial kemasyarakatan,” katanya.
Sementara itu, Manager PT Lonsum Bah Lias, Hendrik Hayata, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (25/05/2026), menegaskan bahwa pihak perusahaan mendukung penuh program peningkatan produksi perkebunan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“PT Lonsum Bah Lias mendukung penuh program perbaikan dan peningkatan produksi perkebunan kelapa sawit masyarakat di sekitar kebun Bah Lias,” ujarnya singkat.
Sebagai informasi, Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan rekonstruksi jalan produksi tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, distribusi hasil pertanian meningkat, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Nagori Partimbalan secara berkelanjutan. (Jun)














