SIMALUNGUN – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, semangat kebersamaan dan kekeluargaan mulai terasa di tengah komunitas Minang yang berada di wilayah Siantar–Simalungun. Momentum penuh berkah ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan antar sesama Dunsanak di perantauan.

Tokoh Minang Simalungun, Nofian Wahyudi Oka, secara resmi mengundang seluruh Dunsanak Minang Sakato Siantar–Simalungun untuk hadir dalam kegiatan silaturahmi menyambut Ramadhan yang akan dilaksanakan di Cafe Resto D’wajan, Pematang Bandar. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Minang yang telah lama menetap dan berkontribusi di wilayah Siantar- Simalungun.

Menurut Nofian Wahyudi Oka, bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan memperkuat persaudaraan, khususnya bagi masyarakat Minang yang hidup jauh dari kampung halaman di Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa nilai “Dunsanak Sakato” harus terus dijaga sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan saling tolong-menolong di tanah rantau.

“Kita yang berada di perantauan membutuhkan kebersamaan dan silaturahmi yang kuat. Menjelang Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan agar dapat menjalankan ibadah dengan hati yang bersih dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Kegiatan silaturahmi ini diperkirakan akan dihadiri jajaran pengurus Dewan Minang Sakato (DMS) Siantar–Simalungun, di antaranya Ketua Rahimal Noor, Wakil Ketua Koni Ismail Tanjung, Sekretaris Yurnal Amri, Bendahara Nurlela Sikumbang, serta para pengurus dan anggota Dunsanak Minang dari berbagai wilayah.

Ketua DMS Rahimal Noor menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan silaturahmi menjelang Ramadhan memiliki nilai strategis dalam menjaga kekompakan komunitas Minang di perantauan.

“Kami ingin seluruh Dunsanak merasa memiliki keluarga di rantau. Melalui kegiatan ini, kita perkuat persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas menjelang bulan suci,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang temu kangen dan mempererat hubungan, kegiatan ini juga akan diisi dengan sesi saling memaafkan, doa bersama, serta diskusi rencana program Ramadhan, seperti pengajian rutin, kegiatan sosial, dan pembagian takjil bagi masyarakat.

Panitia penyelenggara telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi undangan, penyusunan rangkaian acara, hingga penyediaan hidangan khas Minang sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan. Acara nantinya akan ditutup dengan makan bersama guna semakin mempererat hubungan antar sesama Dunsanak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota komunitas Minang Sakato Siantar–Simalungun dapat memasuki Bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh kebersamaan, serta semangat meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Silaturahmi ini juga diharapkan menjadi contoh positif dalam menjaga nilai budaya, persaudaraan, dan kebersamaan di perantauan, sekaligus memperkuat kontribusi komunitas Minang bagi pembangunan sosial di wilayah Siantar dan Simalungun.

(Tim)