ANEWS-Chanel : Buntu Turunan, Simalungun, 10 Juni 2025 – Jalan alternatif yang menghubungkan Huta III Perbeokan hingga Nagori Bosar Nauli di Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, kini dalam kondisi memprihatinkan.
Sebagai jalur alternatif menuju destinasi wisata super prioritas Danau Toba, jalan ini mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama di tanjakan dekat Huta Titi Beton. Lubang-lubang menganga, permukaan jalan yang bergelombang, dan genangan air di beberapa titik membuat akses jalan menjadi sangat sulit, terutama bagi kendaraan roda dua.
Kondisi ini bukan hanya menghambat mobilitas masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi menghambat perkembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Menanggapi kondisi tersebut, Pangulu Buntu Turunan, Bapak Roberton Nainggolan SE atau yang akrab disapa Bang RN, telah meminta bantuan CV Jaya Anugrah untuk melakukan perbaikan jalan secara bertahap.
Saat ini, alat berat seperti grader dan mesin pemadat tanah (Wales Stump atau Bomag) telah dikerahkan untuk meratakan permukaan jalan dan memadatkan tanah dasar. Upaya pengalihan aliran air juga dilakukan untuk mencegah genangan air yang dapat memperparah kerusakan. Aktivitas perbaikan ini terlihat di lokasi, namun skala kerusakan yang cukup luas menjadi tantangan tersendiri.
Kerusakan jalan ini memiliki implikasi yang luas, tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga pada sektor ekonomi dan pariwisata.
Jalan alternatif ini memiliki potensi besar sebagai jalur akses utama menuju Danau Toba, khususnya bagi wisatawan dari Kabupaten Asahan.
Jika jalur ini dalam kondisi baik, perjalanan menuju Parapat akan jauh lebih singkat dan efisien melalui rute Simpang Tiga Buntu Bayu – Buntu Turunan – Bosar Nauli – kawasan TPL – Girsang Simpangan Bolon – Parapat.
Hal ini akan menjadi solusi efektif untuk mengurangi kemacetan di jalur utama, terutama pada saat puncak musim wisata.
Selain itu, aksesibilitas yang lebih baik akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar. Objek-objek wisata seperti Air Terjun Siherbang akan lebih mudah dijangkau, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. Peningkatan ekonomi ini akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat di sekitar Buntu Turunan.
Namun, upaya perbaikan yang dilakukan oleh CV Jaya Anugrah masih menghadapi tantangan. Skala kerusakan yang cukup luas dan keterbatasan sumber daya mengharuskan adanya dukungan yang lebih komprehensif dari pemerintah daerah.
Perbaikan jalan yang menyeluruh membutuhkan pendanaan yang memadai, perencanaan yang terstruktur, dan koordinasi yang efektif antara pemerintah nagori, pemerintah kabupaten, dan pihak terkait lainnya.
Oleh karena itu, harapan besar tertuju pada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius dan mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Perbaikan jalan ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi strategis untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Buntu Turunan dan sekitarnya.
Keberhasilan perbaikan ini akan membuka akses yang lebih baik, menarik lebih banyak wisatawan, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Editor Redaksi : Bang Aziz




















