LANGKAT – Suasana tenang perladangan sawit di Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, mendadak berubah mencekam. Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di areal kebun sawit milik Kepala Desa Buluh Telang, M Yunus, Senin (19/1/2026) sore.

Penemuan berawal dari kecurigaan seorang warga, Andre Susila, yang tengah membersihkan ladang sekitar pukul 10.30 WIB. Bau menyengat yang tercium di antara barisan pohon sawit mendorongnya melakukan pengecekan lebih jauh. Di lokasi itulah Andre menemukan tubuh seorang pria telah tergeletak tak bernyawa.

“Setelah memastikan temuan tersebut, saksi segera melaporkan kepada kepala desa, kemudian diteruskan ke Polsek Padang Tualang,” ujar Kapolsek Padang Tualang, Iptu Bayu Mahardhika, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar lima hari sebelum jasadnya ditemukan. Kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, namun tidak ditemukan identitas diri pada tubuh korban.

Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja hijau-putih bermotif kotak-kotak, celana panjang abu-abu, serta sebuah cincin batu putih di jari tangan kiri. Ciri fisik korban antara lain berambut panjang, bertubuh kurus, dan diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.

Dari hasil penelusuran awal dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang telah beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah sekitar sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Pada 3 Januari 2026, korban sempat dijumpai warga di Dusun 8 Sukaramai, Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan. Saat ditanya identitas maupun asalnya, korban mengaku tidak mengetahui alamat atau kampung halamannya,” jelas Iptu Bayu.

Selain itu, korban juga tercatat kembali terlihat oleh petugas keamanan kebun PT Buluh Telang pada 13 dan 14 Januari 2026, melintas di areal perkebunan yang menjadi jalur penghubung antara Desa Telaga Said dan Desa Buluh Telang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Tidak ditemukan tanda kekerasan yang jelas di TKP, namun polisi menegaskan penyelidikan masih terus berjalan.

Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi.

“Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara,” tegas Bayu.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Padang Tualang atau pihak berwajib terdekat guna membantu proses identifikasi.


Tim Red : Amir Hasan