SIMALUNGUN — Kehadiran negara kembali dirasakan masyarakat hingga pelosok daerah. Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, bersama jajaran Forkopimda menghadiri peresmian Jembatan Garuda TNI–Polri dan fasilitas air bersih TNI AD yang dilakukan secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Istana Negara, Kamis (13/8/2026).
Peresmian tersebut berlangsung di Jembatan Garuda, Nagori Karang Anyer Huta VI, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, dengan mengusung tema “Negara Hadir Untuk Rakyat.”
Turut hadir Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf. Agustri Mukhtadi Rangkuti, Kasrem 022/PT Letkol Inf. Binsar Junianto Simanjuntak, jajaran perangkat daerah, unsur TNI-Polri, Forkopimca, serta masyarakat.
Dalam laporan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, pembangunan infrastruktur jembatan dan fasilitas air bersih terus dikebut di berbagai wilayah Indonesia.
Secara keseluruhan, tercatat ribuan titik pembangunan yang mencakup jembatan, fasilitas air bersih, hingga sarana air untuk mendukung pertanian. Pembangunan tersebut diarahkan untuk membuka akses masyarakat, meningkatkan mobilitas, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang dinilai terus menunjukkan pengabdian nyata kepada masyarakat.
“TNI dan Polri adalah tentara dan polisi rakyat, lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan memberi yang terbaik untuk rakyat.”
Presiden menegaskan bahwa negara harus hadir dan memberikan pelayanan serta pembangunan yang merata, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terjauh dan terpencil.
Bupati: Jembatan Bukan Sekadar Infrastruktur
Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Garuda dan fasilitas air bersih yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya mempermudah akses dan mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jembatan dan air bersih ini sangat membantu kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mampu meningkatkan taraf perekonomian warga. Kami juga merasa bangga atas sinergi yang terjalin antara TNI dan Polri dalam turut membangun sarana prasarana demi kesejahteraan rakyat,” ujar Bupati.
Bagi masyarakat Nagori Karang Anyer Huta VI, keberadaan Jembatan Garuda diharapkan menjadi penghubung yang memperlancar aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Peresmian kemudian ditandai dengan pemotongan pita di Jembatan Garuda sebagai tanda resmi berfungsinya infrastruktur tersebut untuk masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat terus diperkuat sehingga pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada peresmian, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Jembatan Garuda menjadi simbol bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi menghadirkan akses, membuka peluang ekonomi dan memastikan masyarakat di pelosok turut merasakan kehadiran negara. (JF)














