SIMALUNGUN – Semangat kebersamaan terlihat nyata saat Camat Tanah Jawa, Andi Supandri, SH, turut serta dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat Nagori Bahkisat, Minggu, 15 Februari 2026. Kehadiran camat di tengah masyarakat menjadi bentuk dukungan langsung terhadap budaya gotong royong yang terus dijaga sebagai kekuatan sosial di tingkat nagori.

Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan warga dari berbagai kalangan yang secara sukarela membersihkan lingkungan dan membenahi fasilitas umum. Suasana kebersamaan tampak kental, mencerminkan nilai kekompakan dan kepedulian sosial yang masih terpelihara di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Camat Tanah Jawa, Andi Supandri, SH, menyampaikan bahwa gotong royong memiliki makna lebih luas dari sekadar kerja bersama memperbaiki lingkungan. Menurutnya, aktivitas sosial seperti ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarwarga dan menciptakan suasana sosial yang lebih sehat.

“Gotong royong bukan hanya tentang memperbaiki lingkungan, tapi juga memperkuat ikatan sosial di antara kita. Bahkan, ada banyak hal negatif di lingkungan sosial yang dapat diminimalisir karena adanya kebersamaan dan kepedulian melalui gotong royong,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa budaya gotong royong perlu terus dilestarikan sebagai identitas masyarakat nagori, terutama di tengah dinamika kehidupan sosial saat ini. Dengan keterlibatan semua pihak, berbagai persoalan lingkungan maupun sosial dapat diselesaikan secara lebih cepat, efektif, dan harmonis.

“Melalui gotong royong, kita tidak hanya membangun lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga membangun rasa kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas di tengah masyarakat. Inilah kekuatan sosial yang harus terus kita jaga,” tambahnya.

Kehadiran Camat Tanah Jawa dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat, karena dinilai menunjukkan kepedulian dan kedekatan pemerintah kecamatan dengan warga secara langsung, bukan hanya melalui program administratif, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan.

Momentum gotong royong ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya bergantung pada program formal, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Melalui kebersamaan, masyarakat Nagori Bahkisat menunjukkan bahwa nilai gotong royong tetap relevan dan menjadi solusi dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

“Maka dari itu, mari kita budayakan gotong royong. Bersama itu indah,” tutup Camat Tanah Jawa dengan penuh semangat.

(Tim : A01)