ANEWS-Chanel – Langkat, 26 Mei 2025 – Gerakan Mahasiswa Melawan Oligarki (GEMALAKI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Langkat pada Senin, 26 Mei 2025. Aksi ini menuntut evaluasi kinerja Kepala BAPPEDA Langkat terkait dugaan diskriminasi terhadap sejumlah pegawai di lingkungan kantor tersebut. Dugaan diskriminasi ini didasarkan pada bukti rekaman suara yang beredar.
Suganda, Ketua GEMALAKI, dalam orasinya mengecam keras tindakan yang dianggapnya mencederai marwah Kabupaten Langkat. Ia mendesak Bupati Langkat untuk mengambil tindakan tegas terhadap dugaan praktik diskriminasi dan menyatakan keprihatinannya atas dugaan keterlibatan beberapa dinas di Kabupaten Langkat dalam praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Ini sangat memalukan dan mencederai marwah Kabupaten Langkat. Hampir seluruh dinas di Kabupaten Langkat diduga terlibat KKN, ini harus menjadi perhatian serius dan ditindak tegas oleh Bapak Bupati Langkat,” tegas Suganda.
Rizki Ganda, orator lainnya, menambahkan bahwa tindakan diskriminasi tersebut semakin memperburuk citra Kabupaten Langkat karena telah tersebar luas di masyarakat. Ia menyoroti pernyataan Kepala BAPPEDA yang diklaim menyatakan tidak ada yang mampu mencopot jabatannya, sebuah pernyataan yang dianggap tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin.
“Diskriminasi terhadap pegawai ini menambah citra buruk Kabupaten Langkat. Pernyataan Kepala BAPPEDA yang merasa kebal hukum menunjukkan ia tidak pantas menjadi pemimpin,” ujar Rizki.
Selama lebih dari satu jam, para mahasiswa bergantian berorasi, namun tidak ada pihak yang berwenang dari BAPPEDA maupun perwakilan Bupati Langkat yang menemui para demonstran. Sebagai bentuk ultimatum, GEMALAKI membuat video pernyataan yang berisi tuntutan aksi tersebut di depan Kantor Bupati Langkat sebelum membubarkan diri dengan tertib.. (TF)
Editor Redaksi : @01


















