SIMALUNGUN – Operasi pencarian yang berlangsung selama enam hari penuh akhirnya berakhir dengan duka. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polsek Tanah Jawa, BPBD, tenaga medis, pemerintah setempat, dan masyarakat berhasil menemukan Suwanda (19), warga Huta IV Jampalan, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Sungai Kapasuk. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan sejak informasi adanya warga yang hanyut diterima pada 19 Juli 2026, Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, SH bersama personel langsung bergerak menuju lokasi untuk memimpin pencarian dan berkoordinasi dengan seluruh unsur tim gabungan.
“Begitu laporan diterima, personel Polsek Tanah Jawa langsung turun ke lokasi. Selama enam hari pencarian dilakukan secara maksimal bersama Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” ujar AKP Verry Purba.
Menurutnya, pencarian bukanlah pekerjaan mudah. Tim harus menyusuri aliran Sungai Kapasuk yang memiliki arus cukup deras, bebatuan, serta medan yang sulit dijangkau. Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya tanpa mengenal lelah demi menemukan korban dan memberikan kepastian kepada keluarga.
Harapan itu akhirnya terjawab pada Jumat sore. Tim Basarnas bersama tim terpadu berhasil mendeteksi keberadaan jasad korban di aliran Sungai Kapasuk, Huta III Buntu Bayu, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan. Dengan penuh kehati-hatian, korban kemudian dievakuasi dari sungai menuju daratan.
Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka dan sekitar pukul 17.30 WIB tiba di kediaman keluarga. Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, SH bersama Tim Basarnas secara langsung menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.
Sebelum diserahkan, tim medis dari Puskesmas Hatonduhan melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan tersebut dan menyatakan menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi.
AKP Verry Purba menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang dialami keluarga korban. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam operasi pencarian yang berlangsung selama enam hari.
“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Terima kasih kepada Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja sama tanpa mengenal lelah selama proses pencarian. Sinergi inilah yang akhirnya membawa korban berhasil ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian,” ungkapnya.
Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, SH, didampingi IPDA W.O. Silitonga, SH, AIPTU R.H. Sianturi, AIPTU P.E. Pakpahan, dan BRIGPOL Eko Reynaldo S. Selama proses pencarian, seluruh personel terus melakukan koordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait untuk memaksimalkan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kapasuk.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi lebih berbahaya. Polres Simalungun mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, tidak mengambil risiko di sekitar aliran sungai, serta segera melapor kepada aparat apabila terjadi keadaan darurat sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan maksimal.
(Tim)













