SIMALUNGUN — Kebakaran terjadi di area kolam limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Kebun Dolok Ilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.
Kebakaran tersebut langsung mendapat penanganan cepat dari pihak perusahaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun. Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian materi dalam peristiwa tersebut.
Asisten PKS PTPN IV Dolok Ilir, Saiful Bahri, menjelaskan bahwa informasi awal mengenai munculnya api diterima dari Gismanto, petugas yang saat itu berjaga di kawasan kolam limbah.
“Begitu mendapat informasi dari petugas penjaga bahwa terdapat api di lokasi kolam limbah, kami langsung mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan karyawan untuk melakukan pemadaman awal. Tujuannya untuk mengendalikan api agar tidak meluas,” ujar Saiful.
Menurutnya, pemadaman awal dilakukan sembari pihak perusahaan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Simalungun guna mendapatkan dukungan armada dan personel.
“Setelah itu kami langsung berkoordinasi dan bekerja sama dengan petugas BPBD. Respons dari BPBD sangat cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan secara bersama-sama sampai api benar-benar berhasil dipadamkan,” jelasnya.
Dalam proses pemadaman, BPBD Kabupaten Simalungun mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Dukungan juga datang dari PT Bridgestone yang mengerahkan satu unit kendaraan pemadam kebakaran.
Berkat penanganan bersama, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah api dinyatakan padam, petugas bersama pihak perusahaan melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan kecepatan respons serta sinergi antara perusahaan dan petugas menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran.
“Begitu menerima laporan adanya kebakaran di kolam limbah PKS PTPN IV Dolok Ilir, kami langsung merespons dengan mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Penanganan dilakukan bersama pihak perusahaan hingga api berhasil dipadamkan,” ungkap Budiman.
Mengenai penyebab kebakaran, informasi awal menyebutkan bahwa kondisi cuaca dan suhu udara yang cukup panas diduga berpotensi memicu terbakarnya gas metana yang berada di sekitar area kolam limbah.
Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Saiful Bahri menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Simalungun serta pihak lain yang turut memberikan dukungan dalam proses pemadaman.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Simalungun dan pihak-pihak yang telah membantu. Dengan koordinasi dan kerja sama yang baik, api dapat dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak meluas,” katanya.
Pihak perusahaan, lanjut Saiful, akan meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap kawasan kolam limbah guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian serupa.
BPBD Kabupaten Simalungun juga mengimbau masyarakat serta pengelola usaha, industri dan perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lokasi yang memiliki limbah atau kondisi lingkungan yang dapat menghasilkan bahan mudah terbakar.
Kecepatan dalam menerima informasi, melakukan pemadaman awal, serta membangun koordinasi dengan petugas menjadi langkah penting untuk mencegah api berkembang dan menjaga keselamatan lingkungan sekitar.
Reporter: Anews Channel










