SIMALUNGUN – Respons cepat ditunjukkan Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, dengan turun langsung meninjau lokasi longsor yang terjadi akibat banjir di Nagori Dolok Kataran, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Jumat (11/9/2026).

Banjir yang terjadi pada 8–9 September 2026 tersebut mengakibatkan longsor di sejumlah titik sekaligus merusak akses jalan penghubung antara Nagori Dolok Kataran dan Bahtobu.

Turun langsung ke lokasi, Siti Aminah melihat kondisi kerusakan dan dampak aliran air yang mengancam kawasan sekitar. Lokasi terdampak berada di wilayah perbatasan Nagori Dolok Kataran dengan areal perkebunan PTPN IV Dolok Ilir.

Bagi Camat, peninjauan lapangan bukan sekadar melihat kondisi pascabencana. Kehadiran pemerintah kecamatan juga menjadi langkah untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera disampaikan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat. Permasalahan ini akan terus kami koordinasikan dan komunikasikan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun serta pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan secara berkelanjutan,” ujar Siti Aminah.

Siti Aminah juga mengapresiasi langkah PTPN IV Dolok Ilir yang telah menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk membantu melakukan pengalihan arus air.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi dampak banjir sekaligus mencegah aliran air kembali mengarah ke tanah dan rumah warga yang berada di sekitar lokasi rawan.

Camat Siti Aminah menegaskan bahwa persoalan ini membutuhkan penanganan bersama dan tidak cukup hanya dilakukan saat bencana terjadi. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun, pihak perkebunan dan masyarakat akan terus dilakukan agar ancaman banjir dan longsor dapat diminimalkan.

Kehadiran Camat di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga. Hardi Andri, warga Nagori Dolok Kataran, menyampaikan terima kasih karena Camat turun langsung melihat kondisi masyarakat terdampak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Camat yang langsung turun ke lokasi. Mudah-mudahan dengan kehadiran pemerintah kecamatan dapat membantu menjembatani permasalahan ini kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun, sehingga penanganan banjir dapat dilakukan dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkap Hardi.

Dengan kondisi jalan yang rusak dan sejumlah titik mengalami longsor, masyarakat berharap langkah cepat pemerintah tidak berhenti pada peninjauan. Mereka menantikan adanya penanganan nyata dan berkelanjutan, terutama untuk mengendalikan aliran air serta mengantisipasi longsor susulan.

Turut hadir Pangulu Dolok Kataran Budi H.S. Purba, Gamot Azi Rahim Sinaga, perangkat Nagori serta perwakilan masyarakat. (JF)