SIMALUNGUN – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional II melalui Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bah Jambi terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan operasional perusahaan, Kecamatan Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan kerja sekaligus memastikan personel memiliki kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran di area operasional pabrik.
Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, mulai dari sistem deteksi dini, pemantauan dan patroli rutin, hingga memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pemadaman.
Ketersediaan sumber air di sejumlah lokasi yang memiliki potensi risiko juga menjadi perhatian. Hal ini dilakukan agar tindakan awal dapat segera dilaksanakan apabila ditemukan indikasi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Penerapan langkah tersebut merupakan bagian dari SOP Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat di lingkungan operasional PKS Bah Jambi. Manajemen juga secara berkala memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang mengacu pada standar HSSE (Health, Safety, Security and Environment).
Tim Tanggap Darurat bersama seluruh karyawan turut dilibatkan dalam pemantauan terhadap kemungkinan munculnya titik api. Setiap indikasi yang ditemukan akan diverifikasi langsung di lapangan untuk menentukan langkah penanganan sesuai tingkat risikonya.
Manajer PKS Bah Jambi, Ari Gunawan, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran tidak boleh hanya dilakukan setelah keadaan darurat terjadi. Menurutnya, kesiapan harus dibangun melalui latihan, pemeriksaan sarana, pemantauan, serta peningkatan kompetensi personel secara berkelanjutan.
“Mitigasi harus dilakukan jauh sebelum api muncul. Karena itu, sistem monitoring, kesiapan personel, patroli, serta sarana pendukung kami persiapkan sejak awal. Dengan demikian, ketika terdapat indikasi titik api, tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan,” ujar Ari Gunawan.
Untuk memastikan kesiapan personel, PKS Bah Jambi secara berkala melaksanakan Apel Siaga Tanggap Darurat. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus mengevaluasi kesiapan sarana prasarana, jalur komunikasi, serta mekanisme respons ketika menghadapi keadaan darurat.
Selain kesiapan sumber daya manusia, perusahaan juga menyediakan berbagai infrastruktur pendukung di area yang berpotensi mengalami kebakaran. Ketersediaan sumber air dan fasilitas pemadaman dipastikan dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung tindakan awal sehingga potensi api dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih luas.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan personel, PTPN IV Regional II PKS Bah Jambi juga melaksanakan simulasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Kebakaran bagi karyawan yang terlibat dalam penanganan kondisi darurat.
Melalui kegiatan tersebut, para personel diberikan kesempatan untuk memahami alur tindakan dalam menghadapi skenario kebakaran sekaligus menguji kesiapan mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.
Materi pelatihan meliputi prosedur keselamatan, teknik pengendalian kebakaran, koordinasi penanganan di lapangan, serta penggunaan peralatan pemadaman secara tepat dan aman.
“Melalui simulasi dan Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh personel tidak hanya mengetahui prosedur secara teori, tetapi juga memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat,” jelas Ari.
Untuk menjaga keandalan sarana dan prasarana, pemeriksaan juga dilakukan secara rutin terhadap berbagai perangkat pendukung, di antaranya pompa, selang pemadam, alat pelindung diri (APD), perangkat komunikasi, serta sumber air.
Pemeriksaan berkala tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi baik dan dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi keadaan darurat.
Ari Gunawan menegaskan, keberhasilan dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, tetapi juga pada kedisiplinan, kewaspadaan, serta kerja sama seluruh karyawan.
“Kunci pencegahan adalah deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh karyawan,” tegasnya.
Ia menambahkan, ke depan PTPN IV Regional II PKS Bah Jambi akan terus meningkatkan kemampuan pemantauan, kompetensi personel, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang semakin aman, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta mendukung keberlangsungan operasional PKS Bah Jambi yang aman dan berkelanjutan.
Dengan penguatan sistem pencegahan, latihan secara berkala, kesiapan personel dan sarana pemadaman, PKS Bah Jambi menegaskan bahwa pencegahan kebakaran merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang harus dijalankan secara konsisten di lingkungan perusahaan. (Rafik)










