SIMALUNGUN – Seorang Karyawan Perkebunan PTPN IV Unit Tonduhan yang tinggal di Afdeling lll Unit Dusun II Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, tewas tersengat listrik saat memanen tandan buah segar (TBS) di areal perkebunan.

Pangulu Buntu Turunan, Roberton Nainggolan SE, yang akrab disapa Bang RN menyampaikan kabar tersebut kepada awak media, dan hal itu dibenarkan oleh Kapospol Hatonduhan Aiptu YW Nainggolan.

Kapospol Hatonduhan Aiptu YW Nainggolan menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at (26/04/2024) kemarin sore, sekitar pukul 14.00 WIB.

BACA JUGA : PTPN IV Regional II Unit Kebun Tonduhan Tanam Perdana Tahun 2024.

Hal tersebut juga di benarkan Kapolsek Tanah Jawa Kompol Manson Nainggolan SH MSI, “Korban berinisial J (32) tinggal di Afdeling III Tonduhan, Usai dilakukan pemeriksaan fisik benar bahwa Korban tersengat listrik bertegangan tinggi, saat bekerja memanen buah sawit di areal perkebunan.

Atas kejadian tersebut, Pihak keluarga tidak ada yang keberatan dan menerima dengan ikhlas, sehingga korban langsung di bawa ke kediamannya yang ada di Afdeling III Tonduhan, dan pada hari ini Sabtu (27/04/2024) korban akan di kebumikan oleh pihak keluarga. Kata Kapolsek.

Selanjutnya pada acara pemakaman Korban sengatan listrik, terlihat hadir Pangulu Nagori Buntu Turunan Roberton Nainggolan SE, Menejer Unit Kebun Tonduhan, Ketua SPBun H. Situmeang, APK, Asisten Afdeling III dan sejumlah karyawan lainnya hadir diacara pemakaman tersebut.

Dalam sambutannya, Bang RN, mengucapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya karyawan kebun Tonduhan yang tinggal di Afdeling III Dusun II Buntu Turunan, kejadian ini memang sangat mengejutkan, dan juga menjadi pelajaran agar kedepannya tak terulang kembali hal yang sama. Jelas Bang RN.

“Kepada keluarga korban, kami dari pemerintah Nagori Buntu Turunan menyampaikan turut berbelasungkawa, semoga arwah diterima disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dan kesabaran, harapan kami dari Pemerintah Desa agar pihak perkebunan PTPN IV Unit Kebun Tonduhan memberikan perhatian terhadap keluarga Korban yang ditinggalkan, mengingat Korban meninggal dua anak yang masih kecil, sementara korban adalah tulang punggung untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

“Kami sangat berharap, Pihak Perkebunan bisa membantu apa yang mereka perlukan, kerena korban adalah Karyawan yang selama ini mengabdi kepada PTPN IV Unit Kebun Tonduhan. Kata Bang RN.

Terkait hal tersebut, Manager kebun Tonduhan, juga menyampaikan duka yang mendalam, dirinya juga akan berupaya memberikan hak-hak korban selama mengabdi di PTPN IV, mudah-mudahan upaya kita akan di terima menejmen PTPN IV, dan kedua anak korban akan mendapatkan beasiswa saat memasuki bangku sekolah. Kata Manager.

Hal tersebut juga di sampaikan oleh Ketua SPBun Tonduhan H Situmeang, “Korban sudah hampir 10 tahun menjadi Karyawan Perkebunan PTPN IV, kami dari PTPN IV Unit Kebun Tonduhan akan berusaha memberikan apa yang menjadi hak korban kepada keluarga yang di tinggalkan, semoga nantinya apa yang diberikan dari perkebunan bisa bermanfaat untuk keluarga korban, Tandasnya.

BACA JUGA : Kenang Jasa Para Pahlawan serta Bangun Nilai Patriotisme, Lapas Kelas IIA Pematangasiantar Meriahkan HBP Ke – 60 Dengan Ziarah Ke Taman Makam Pahlawan.

Penyampaian tersebut disambut oleh keluarga korban, diacara pemberangkatan jenazah, salah satu perwakilan keluarga korban menghaturkan terimakasih atas kepedulian pihak perkebunan dan pemerintah desa buntu turunan, peristiwa ini sangat melukai hati dan perasaan kami, namun kami harus bisa menerima apapun yang sudah terjadi, kerena ini adalah garis hidup yang sudah ditentukan Allah SWT. Terang Keluarga Korban.

Selanjutnya korban diberangkatkan ke lokasi pemakaman yang cukup jauh yaitu di Mandasari dengan mobil ambulance bantuan dari Pemerintah Buntu Turunan. (A01)

Editor Redaksi : Aziz