ANEWS-Chanel : Huta Hatonduhan, Nagori Saribu Asih, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, menyambut fajar dengan hamparan sawah yang menghijau. Padi menguning, menandakan musim panen yang dinantikan.

Namun, bayang-bayang ancaman membayangi para petani, khususnya Pak Simanjuntak. Kawanan burung pipit yang rakus mengancam hasil panen mereka. Kecemasan melingkupi para petani yang telah bekerja keras sepanjang musim tanam.

Di tengah keprihatinan tersebut, muncul sosok yang memberikan solusi dan harapan, Beliau adalah Sertu P. Sinaga, Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang dikenal akan dedikasi dan sikap humanisnya yang tinggi.

Sertu Sinaga bukan sekadar anggota TNI yang menjalankan tugas, melainkan bagian integral dari kehidupan masyarakat Huta Hatonduhan. Kehadirannya di tengah sawah Pak Simanjuntak mencerminkan komitmennya yang tulus untuk melindungi dan mensejahterakan rakyat.

Dengan pendekatan yang proaktif dan bijaksana, Sertu Sinaga bersama Pak Simanjuntak dan petani lainnya merumuskan strategi untuk mengatasi permasalahan hama burung pipit.

Mereka menghindari metode yang merusak lingkungan dan memilih pendekatan tradisional yang ramah lingkungan. Berbagai alat pengusir burung dipasang, mulai dari bendera kecil yang berkibar ditiup angin hingga alat pemantul cahaya yang menyilaukan burung pipit.

Sertu Sinaga juga memberikan pelatihan dan bimbingan kepada para petani mengenai teknik-teknik sederhana namun efektif untuk mengusir burung pipit, seperti menggerakkan kain berwarna-warni atau mengeluarkan suara-suara keras secara berkala.

Kerja sama yang erat dan solid terjalin antara Sertu Sinaga dan masyarakat. Gotong royong menjadi kunci keberhasilan upaya pengusiran burung pipit. Sertu Sinaga dengan sabar dan telaten membimbing para petani, menjelaskan teknik-teknik yang efektif dan efisien. Ia tidak segan turun langsung ke sawah, berpartisipasi aktif dalam setiap proses pengusiran burung. Dedikasi dan kepemimpinannya yang inspiratif memotivasi para petani untuk bekerja sama dan mengatasi tantangan bersama.

Keberhasilan dalam mengatasi permasalahan hama burung pipit di lahan Pak Simanjuntak menjadi bukti nyata peran krusial Babinsa dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa. Sertu Sinaga menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung, pembimbing, dan sahabat bagi masyarakat.

Sikap humanisnya telah membangun jembatan kepercayaan antara TNI dan rakyat, menciptakan sinergi positif dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kisah Sertu P. Sinaga di Huta Hatonduhan menjadi inspirasi bagi kita semua. Keberhasilan pembangunan di pedesaan tidak terlepas dari peran Babinsa yang berdedikasi dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Semoga kisah ini memotivasi Babinsa lainnya untuk terus mengabdi dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pengabdian Sertu Sinaga merupakan contoh nyata bagaimana TNI berperan aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

Penulis : Bang Aziz