SIMALUNGUN, 22 April 2026 — Dari sebuah wilayah yang sebelumnya terbatasi akses, kini terbentang jembatan yang menjadi simbol harapan baru. Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., turun langsung meninjau Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Dusun Hinalang dengan Dusun Pagar Batu, Nagori Pagar Pinang, Kecamatan Jorlang Hataran, Rabu (22/4/2026).

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Simalungun itu bukan sekadar seremonial. Sejak pukul 09.00 WIB, Kapolres memastikan secara langsung bahwa jembatan yang dibangun benar-benar kokoh, layak digunakan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terhambat aksesnya.

Didampingi Kapolsek Jorlang Hataran AKP Suit Purba, S.H., M.H., Kapolres menyusuri jembatan yang telah rampung dikerjakan melalui gotong royong antara personel kepolisian dan masyarakat selama kurang lebih satu bulan. Jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 3,5 meter itu kini berdiri tegak, menjadi penghubung vital dua dusun yang sebelumnya terpisah akses sulit.

Program ini merupakan bagian dari Jembatan Merah Putih Presisi, sebuah inisiatif Polri yang tak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat: konektivitas, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kelancaran roda ekonomi.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa langkah Kapolres turun langsung ke lapangan adalah bentuk keseriusan institusi Polri dalam memastikan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah jembatan harapan. Kapolres ingin memastikan bahwa hasilnya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dan berdampak langsung pada kehidupan mereka,” ujarnya.

Sebelum jembatan ini hadir, warga Dusun Hinalang dan Pagar Batu harus berjibaku dengan medan sulit setiap hari. Anak-anak sekolah menempuh perjalanan berisiko, warga yang sakit kesulitan menjangkau layanan kesehatan, dan para petani terhambat dalam membawa hasil panen ke pasar.

Kini, kondisi itu berubah drastis.

Jembatan Merah Putih Presisi menjadi urat nadi baru yang memperlancar mobilitas warga. Anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan lebih aman, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat, dan distribusi hasil pertanian berjalan lebih efisien.

Di tengah perubahan itu, rasa haru dan syukur tak terbendung. Gamot Pagar Batu, Ibu Bestina Manurung, mewakili warga, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polres Simalungun.

“Dulu kami kesulitan, sekarang sudah sangat terbantu. Jembatan ini bukan hanya penghubung jalan, tapi penghubung kehidupan kami. Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan semua pihak yang terlibat,” ungkapnya penuh haru.

AKP Verry Purba menambahkan, program ini merupakan implementasi nyata dari arahan pimpinan Polri dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan sentuhan infrastruktur.

“Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi. Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran negara,” tegasnya.

Pembangunan jembatan ini juga menjadi contoh nyata kuatnya sinergi antara aparat dan masyarakat. Tanpa sekat, tanpa jarak, keduanya bahu-membahu menghadirkan solusi dari kebutuhan yang selama ini dirasakan bersama.

Kini, di atas Jembatan Merah Putih Presisi itu, bukan hanya kendaraan yang melintas—tetapi juga harapan, kemudahan, dan masa depan yang lebih baik bagi warga Nagori Pagar Pinang.

Polri tak hanya menjaga keamanan — tetapi juga membangun, menghubungkan, dan menghadirkan harapan hingga ke pelosok negeri.

Tim Red