SIMALUNGUN – Sebuah langkah besar menuju Indonesia yang lebih inklusif kembali ditunjukkan Polri. Melalui Rekrutmen Bintara Polri Tahun Anggaran 2026, Korps Bhayangkara resmi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk bergabung dan mengabdi kepada bangsa serta negara.

Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi Polri sebagai institusi modern yang menjunjung tinggi kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6/2026), menyampaikan bahwa rekrutmen inklusif tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk mengabdikan diri melalui institusi kepolisian.

“Polri membuka ruang yang sama bagi penyandang disabilitas untuk menjadi bagian dari Korps Bhayangkara. Ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi wujud penghormatan terhadap kemampuan, potensi, dan hak setiap warga negara untuk mengabdi kepada Indonesia,” ujar AKP Verry Purba.

Menurutnya, Polri ingin menghapus stigma bahwa keterbatasan fisik menjadi penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi. Yang dibutuhkan adalah semangat pengabdian, integritas, kompetensi, dan dedikasi untuk melayani masyarakat.

“Jangan pernah merasa kesempatan itu tertutup. Polri hadir untuk semua. Penyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa yang dapat memberikan kontribusi besar bagi institusi maupun masyarakat,” tegasnya.

Kebijakan rekrutmen inklusif ini juga menjadi bukti bahwa Polri terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Keberagaman dinilai sebagai kekuatan yang mampu memperkaya perspektif serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada publik.

Dengan sistem seleksi yang dirancang lebih inklusif dan berkeadilan, setiap peserta akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sesuai kompetensi yang dimiliki.

Polres Simalungun pun mengajak seluruh generasi muda, termasuk penyandang disabilitas di Kabupaten Simalungun, untuk tidak ragu mengikuti proses rekrutmen tersebut.

“Kami mengundang putra-putri terbaik Simalungun untuk menjawab panggilan pengabdian ini. Bagi penyandang disabilitas yang memiliki cita-cita menjadi anggota Polri, inilah saatnya membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengabdi kepada bangsa,” kata AKP Verry Purba.

Informasi terkait persyaratan, tahapan seleksi, hingga mekanisme pendaftaran dapat diperoleh melalui kanal resmi Polri maupun dengan mendatangi Polres Simalungun dan seluruh Polsek jajaran.

Langkah progresif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga dan institusi di Indonesia untuk semakin membuka ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas.

“Pengabdian tidak mengenal batas fisik. Yang dibutuhkan adalah tekad, kemampuan, dan kecintaan kepada bangsa. Polri untuk semua, dan kesempatan ini terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik Indonesia,” pungkas AKP Verry Purba.

Dengan dibukanya jalur rekrutmen yang inklusif ini, Polri mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berprestasi, dan menjadi bagian dari garda terdepan penjaga keamanan serta ketertiban bangsa. (Tim)