Simalungun – Jalan Lintas Sumatera di Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mendadak menjadi saksi sebuah drama kemanusiaan.
Keluarga Errik Zulkarnain Purba (52), bersama istrinya Yusma Yani Sinaga (52) dan anak mereka Eka Febrian Purba (12), terkapar di aspal setelah kecelakaan. Perjalanan untuk mendaftarkan Eka ke SMP Muhammadiyah Serbelawan berakhir dalam mimpi buruk. Pada selesa, 01/07/2025 lalu.
Namun tragedi itu belum usai. Di tengah kepanikan dan luka, muncul ancaman yang tak kalah mengerikan. Seorang pria berinisial SP (58), yang semula terlihat hendak menolong, justru memanfaatkan situasi. Dengan cepat ia membawa kabur sepeda motor Yamaha N Max BK 3434 TBW milik korban, meninggalkan keluarga Purba dalam kondisi tak berdaya.
Tanpa diduga, Pratu Setyo Febrian, prajurit Batalyon Infanteri 122/Tombak Sakti, melintas di lokasi. Ia tengah dalam perjalanan ke Serbelawan untuk menjenguk keluarganya. Mendengar teriakan minta tolong dari korban, nuraninya tergerak. Tanpa pikir panjang, ia memacu kendaraannya mengejar pelaku.
Pengejaran itu menjadi detik-detik menegangkan. Dibantu Babinsa Serbelawan, Sertu Muhammad Nur, keduanya memburu SP dengan tekad bulat. Hingga di kilometer 9, usaha mereka membuahkan hasil. SP berhasil dihentikan dan diamankan. Sepeda motor korban kembali, sementara pelaku diserahkan ke Pos Lantas Serbelawan.
“Kami bangga dengan tindakan Pratu Setyo Febrian. Keberaniannya menolong warga sekaligus mencegah kejahatan patut menjadi teladan,” kata Letkol Inf Wahidin Sobar S.Sos MSc., Danyonif 122/TS, memberikan apresiasi.
Peristiwa di Jalan Lintas Sumatera ini bukan sekadar catatan kriminalitas. Ia adalah pengingat bahwa keberanian dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Keluarga korban kini mendapat perawatan di Puskesmas, sementara kisah heroik ini tertulis abadi di jalan yang sehari-hari dipenuhi hiruk pikuk kendaraan.
✅ Dirilis : Tim Redaksi










