SIMALUNGUN – Puluhan hektar lahan pertanian di Huta IV Kampung Baru Desa Seimerbau Kecamatan Ujung Padang kabupaten Simalungun tidak Terairi irigasi meskipun saat ini musim hujan, hal ini lantaran rusaknya bangunan irigasi didesa tersebut sehingga air tidak mengalir kelahan pertanian,
Para petani Padi di Huta IV Kampung Baru saat ini Masi dihadapkan dengan masalah irigasi, saat ini lahan pertanian sangat sulit mendapatkan air untuk mengairi persawahan, padahal sebelumnya semua kebutuhan air untuk sawah di pasok dari irigasi yang berada di Huta IV Kampung Baru,
Kondisi ini diperparah karena irigasi bangunan sudah tak berfungsi lagi, sediktnya puluhan hektar sawah lahan pertanian terkena dampak dari rusaknya bangunan irigasi tersebut,
Wa Jambang ( 66) salah satu petanidi Desa Seimerbau mengatakan, irigasi ini sudah lama rusak/ tak berfungsi lagi, sudah 4 tahunan namun sampai saat ini belum ada penanganan serius dari pemerintah, kami sudah bolak balik mengajukan permohonan, baik melalui proposal maupun maupun berbicara langsung dengan dinas pertanian namun sampai saat ini blom ada tanda tanda akan perbaikan, kami tidak tau lagi sama siapa mengadukan hal ini, padahal irigasi ini adalah andalan petani disini untuk menyuplai air kesawah, Namun saat ini sebagian warga hanya mengandalkan hujan untuk mengairi sawah,

Ya jujur aja bang, namanya kami orang desa hanya mengandalkan hasil dari bertani, dan sampai saat ini air belum masuk kepersawahan kami, bagai mana tidak irigasi nya sudah rusak, belum ada perbaikan, kadang kami warga didesaini gotong royong lah bersama dengan menggunakan karung goni plastik supa bisa dapat air, kami berharap khususnya pemerintah kabupaten Simalungun segera bertindak untuk perbaikan irigasi kami ini, kasihan soalnya, karna mayoritas disini hanya bertani padi, keluh wa Jambang Senin ( 24/6/2024),
Terpisah kepala Desa Seimerbau Lasimen sudah bolak balik menyurati dengan melakukan permohonan perbaikan namun sampai saat ini belum ada terealisasi. ( T S)
Editor Redaksi : A01










