SIMALUNGUN – Senin(17/02/2025) Usai kegiatan musrenbang tingkat Kecamatan, Dua Anggota DPRD dari Komisi IV Kabupaten Simalungun sambangi Puskesmas Hatonduhan, guna meminta penjelasan terkait keluhan yang disampaikan warga saat reses beberapa waktu lalu.
Dua Anggota DPRD tersebut adalah Johanes Sipayung SE, dari Fraksi Demokrat dan Jefri Saragi dari Fraksi PDIP, didampingi Camat Hatonduhan Riyan PakpahanPakpahan, Sekcam Rinton Damanik, Ihsan Nasution Sekretaris DPRD, kemudian Dua Anggota DPRD tersebut mendatangi Puskesmas Hatonduhan.
Sesampainya di Puskesmas Hatonduhan Dua anggota DPRD Kabupaten Simalungun disambut Ibu Kapus dr Angge Saragih, S.Keb.MKM dan beberapa petugas medis lainnya.
Baca Juga : Dua Anggota DPRD Simalungun, Hadiri Musrenbang Gabungan Dua Kecamatan.
Diruangan Kapus Hatonduhan, Anggota DPRD Jefri Saragi dan Johanes Sipayung bersama Camat Hatonduhan, melanjutkan beberapa agenda pembicaraan, “Selamat datang Bapak Anggota DPRD Kabupaten Simalungun di Puskesmas Hatonduhan, mohon maaf jika pelayanan penyambutan Bapak Anggota DPRD Simalungun kurang berkenan, Kata Ibu dr Angge Saragih.
Selanjutnya Bapak Johanes Sipayung SE, mulai menyampaikan beberapa unek-uneknya yang telah disampaikan warga saat reses.
“Kami dari Komisi IV DPRD Kabupaten Simalungun beberapa waktu lalu melaksanakan reses di Nagori Tangga Batu, saat reses ada warga yang meminta kami untuk menjelaskan tentang pelayanan Puskesmas Hatonduhan, ada warga yang sakit sesak napas datang kemari menggunakan BPJS kemudian dari laporan warga bahwa pelayanan Puskesmas Hatonduhan kurang memuaskan terkait permintaan rujuk, dimana pihak Puskesmas Hatonduhan menurut warga tersebut tidak segera memberikan rujukan, mohon Ibu Kapus menjelaskan apakah benar demikan, Kata Johanes.
Ibu Kapus menjawab, “masih ada lagi Pak biar sekalian saya jawab, Ucapnya.
Dilanjutkan Jefri Saragi, Begini Bu Kapus hal yang sama juga dipertanyakan warga saat saya reses di Saribuasih, apa benar di Puskesmas Hatonduhan tidak ada obat betadine, kemudian saat ada warga yang berobat belum ditanggani pihak Puskesmas sudah disuruh rujuk kesiantar, dan saat ingin di rujuk tidak ada supir ambulance, dan satu hal lagi Pelayanan di Pustu Sabuasih sama sekali tidak pernah ada, tanya Jefri Saragi.
Baca Juga : Disebuah Hotel Oknum Polisi Dari Polres Batu Bara, Diamankan Sat Narkoba Polres Simalungun.
Dengan sedikit senyum, dr Angge Saragih menjawab dengan lugas seluruh pertanyaan yang disampaikan Dua Anggota DPRD tersebut. “Izin Pak Sipayung terkait rujukan, selama saya disini tidak pernah mempersulit untuk memberikan surat rujukan kepada pasien, hanya saja ada beberapa hal yang harus dipahami, untuk pasien tertentu misalkan sesak nafas yang terindikasi TBC, karena tidak semua rumah sakit bisa menampungnya, apalagi aturan sekarang juga makin ketat, kami juga disarankan dari rumah sakit agar melakukan pemeriksaan dan perwatan kepada pasien terlebih dahulu, jika kondisinya makin buruk baru kami diarahkan untuk merujuk pasien kerumah sakit, Puskesmas Hatonduhan kita ini tipe D setiap orang beleh berobat disini baik yang ada di Kecamatan Hatonduhan maupun di luar Hatonduhan, dan setiap warga yang datang ke Puskesmas Hatonduhan selalu kami upayakan penanganan sebaik mungkin, dan saya sebagai Kepala Puskesmas Hatonduhan selalu mengarahkan kepada petugas yang piket untuk melayani setiap pasien sebaik mungkin, seraya berkoordinasi dengan dokter, Ungkap dr Angge Saragih.
Selanjutnya dr Angge Saragih menjawab pertanyaan Bapak Jefri, bahwa memang obat betadine itu ada dikirim dari dinas Pak..! Tapi hanya sedikit, jika kurang kami membelinya sendiri, dan saya pastikan obat betadine ada di Puskesmas Hatonduhan ini, jika ada warga yang bilang tidak ada betadine kemungkinan saat itu pas kehabisan, kemudian sudah kami jelaskan tadi setiap pasien yang datang selalu kami layani sebaik mungkin, jika ada yang kurang pas dalam pelayanan kemungkinan ada oknum perawat kami kurang memahami atau dia ada masalah lain, dan kami tidak pernah menyarankan untuk rujuk kepada pasien yang baru datang sebelum kami periksa, kami pastikan setiap pasien yang datang harus kami periksa dan harus ditangani dokter bila dokter berada di tempat. Jelasnya lagi.
Terkait dengan supir ambulance, Iizn Pak Jefri dari dulu memang tidak ada, dan sudah beberapa kali kami bermohon kepada Dinas Kesehatan untuk honor supir ambulance, namun sampai sekarang tidak dikabulkan, ketika ada pasien yang harus dirujuk kerumah sakit kami berusaha mencari supir sendiri itupun yang sudah memiiliki SIM, jika tidak ada supir, staf kami yang bisa bawa mobil yang mengantar pasien, bahkan kadang saya sendiri yang membawa mobil ambulance kerumah sakit, Kata Ibu kapus.
Kemudian tentang pelayanan Pustu di Saribuasih, memang tidak setiap hari buka pak.. Kendalanya adalah kami kekurangan anggota di Puskesmas Hatonduhan ini, jadi untuk piket disana tidak bisa ditentukan waktunya, terang Ibu Kapus.

Dari Jawaban tersebut, Dua anggota DPRD Kabupaten Simalungun menyarankan, “pelayanan kesehatan di Puskesmas Hatonduhan diharapkan lebih fropesional sehingga tidak adalagi keluhan masyarakat yang mengarah ke Puskesmas Hatonduhan, apapun itu keluhannya jelaskan kepada masyarakat agar mereka tak lagi mersa dirugikan, dan kedepan kita saling berkoordinasi, agar apa yang menjadi kekurangan di Puskesmas Hatonduhan dapat kita sampaikan ke Dinas, satu lagi Bu Kapus pera petugas disini tetap diberikan brifing agar tak menyalahi aturan dan tak menimbulkan permasalahan ditengah warga yang membutuhkan perobatan. Tegas Pak Johanes Sipayung.
Penulis : Bang Aziz
Editor Redaksi : A01



















