Pematangsiantar – Kamis (04/12/2025), keraguan itu mendapat jawaban keras dan tegas. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH., M.Kn., membuktikan komitmennya lewat rangkaian inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lokasi vital: Pasar Dwikora Parluasan, SPBU Ahmad Yani, dan Suzuya Merdeka Mall.
Sidak ini bukan sekadar agenda seremonial, bukan pula pencitraan. Wesly hadir untuk mendengar keluhan warga, memeriksa langsung rantai pasok, memastikan stabilitas harga, dan menyiapkan langkah cepat mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Ia turun bersama Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Bank Indonesia, hingga unsur TNI–Polri. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pemerintah kota bergerak bersama, tidak membiarkan masyarakat menghadapi musim hari raya dengan kekhawatiran.
Sidak dimulai dari Pasar Dwikora Parluasan, denyut utama perdagangan bahan pangan di kota. Lorong-lorong sempit pasar dipenuhi aroma rempah, ikan segar, dan hiruk pikuk pedagang yang telah beraktivitas sejak subuh.
Tanpa protokoler berlebihan, Wesly langsung masuk ke area pasar. Ia berhenti di sebuah lapak beras milik Nenek Siti, seorang pedagang yang telah lama berjualan.
“Bu, berasnya berapa? Stok cukup sampai Natal nanti?” tanya Wesly.
“Rp15.000 per liter, Pak. Stok masih ada, tapi kalau permintaan naik, takutnya cepat habis,” jawab Nenek Siti.
Menanggapi hal itu, Wali Kota memanggil Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya (PHJ), Bolmen Silalahi.
Ia menegaskan agar perusahaan daerah menyiapkan cadangan stok lebih banyak dan memastikan suplai terdistribusi merata ke seluruh pasar kota.
Selama menelusuri pasar, Wesly memperhatikan satu per satu komoditas—dari daging, telur, cabe, bawang, hingga sayuran. Ia berdialog dengan pedagang yang mengeluhkan naiknya biaya transportasi akibat harga BBM.
“Nanti kita cek kondisi BBM. Kalau biaya distribusi bisa ditekan, harga di pasar bisa ikut stabil.”
Respon spontan dan komunikatif ini membuat pedagang merasa didengar. Warga yang melihat langsung juga tampak lega: pemerintah tidak hanya duduk di kantor, tetapi hadir di tengah persoalan.
Lokasi sidak kedua adalah SPBU Jalan Ahmad Yani. Meski antrean tak sepanjang beberapa hari sebelumnya, pengelola mengakui mereka sempat mengalami kelangkaan pasokan BBM jenis Premium dan Solar.
Wali Kota langsung berdiskusi dengan pihak Pertamina Rayon III Medan.
“Apa penyebab gangguan distribusi? Apa jaminan pasokan aman menjelang Natal dan Tahun Baru?” tanya Wesly dengan nada serius.
Pertamina menjelaskan bahwa kendala terjadi akibat hambatan armada dan jeda operasional gudang. Mereka memastikan telah menambah frekuensi pengiriman ke SPBU yang padat.
Wesly meminta Pertamina meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Kota. Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak yang turut hadir menegaskan bahwa pihaknya akan mengawasi potensi penyalahgunaan distribusi atau penjualan gelap BBM.
“Jangan sampai warga kita kesulitan hanya karena komunikasi yang terlambat.” tegas Wali Kota.
Rombongan kemudian menuju Suzuya Merdeka Mall, pusat belanja terbesar dan paling ramai menjelang hari raya.
Wesly meninjau rak-rak yang menjual bahan pokok: beras, gula, minyak goreng, susu, hingga tepung. Ia memeriksa langsung harga dan stok.
“Minyak goreng ini berapa? Stok sampai tahun baru aman?”
Kasir menjawab bahwa harga 2 liter minyak goreng saat ini Rp35.000 dan stok cukup karena pasokan sudah ditambah.
Selain barang kebutuhan, Wali Kota juga meninjau area parkir dan akses keluar-masuk mall, mengantisipasi lonjakan pengunjung yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Pihak pengelola memastikan bahwa mereka akan menambah petugas dan membuka area parkir tambahan.
“Warga harus berbelanja dengan nyaman tanpa stres karena macet,” ujar Wesly.
Sidak ini melibatkan kekuatan penuh lintas sektor :
- Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, SH,
- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman,
- Perwakilan Kodim 0207/Simalungun,
- Para pimpinan OPD,
- Para camat setempat,
- Serta unsur Polri dan TNI lainnya.
Kehadiran kolektif ini menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak bekerja sendirian. Bank Indonesia memonitor pergerakan harga, DPRD memberi dukungan kebijakan, sementara TNI–Polri menjamin keamanan distribusi.
Sidak hari ini adalah langkah penting untuk memastikan warga merayakan Natal dan Tahun Baru tanpa kekhawatiran harga melambung atau stok habis.
Dengan langkah proaktif ini, Pemerintah Kota Pematangsiantar memastikan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga. Warga dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan tenang, penuh sukacita, dan tanpa beban di tengah musim meriah.
Tim Redaksi











