SIMALUNGUN, 23 April 2026 — Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Simalungun bergerak cepat memastikan kualitas program tetap terjaga. Dipimpin Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, tim Satgas melakukan monitoring menyeluruh terhadap tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Raya, Rabu (22/4/2026).

Tiga dapur yang menjadi fokus pengecekan yakni SPPG Bahapal Raya, SPPG Yayasan Karya Pangan Bergizi, dan SPPG Yayasan DS Cikoko. Ketiganya merupakan dapur yang melayani kebutuhan makan bergizi gratis bagi anak-anak usia sekolah di wilayah tersebut.

Dalam inspeksi tersebut, tim tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi menelusuri seluruh proses—mulai dari pengolahan makanan, kualitas bahan baku, hingga kondisi fasilitas dan sistem pendukung operasional dapur.

Temuan utama langsung mencuat.

Meski secara umum program berjalan baik dan makanan diterima positif oleh para siswa, Satgas menemukan sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi.

Salah satu yang paling disorot adalah pengelolaan limbah dapur yang belum memenuhi standar. Limbah cair masih mengandung sisa lemak yang mengendap di kolam penampungan, sehingga dinilai belum layak dialirkan ke saluran umum.

Tak hanya itu, fasilitas penunjang juga menjadi perhatian serius. Beberapa dapur mengalami kerusakan pada water heater yang berfungsi untuk mencuci peralatan makan, kondisi yang berpotensi mengganggu standar kebersihan. Selain itu, penataan tabung gas juga dinilai belum rapi dan belum sepenuhnya memenuhi aspek keselamatan.

Dari sisi bahan baku, tim juga menerima laporan kendala distribusi ikan laut segar. Jarak yang jauh dari sumber pasokan membuat kualitas berisiko menurun, sehingga untuk sementara dapur menggunakan ikan beku sebagai alternatif yang lebih stabil ketersediaannya.

Menanggapi temuan tersebut, Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, menegaskan bahwa seluruh pengelola dapur harus segera melakukan perbaikan tanpa penundaan.

“Masalah limbah, kebersihan, dan proses persiapan makanan tidak bisa ditawar. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Kami minta semua catatan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Tak berhenti di dapur, tim Satgas juga turun langsung ke sekolah penerima manfaat, yakni SD Negeri No. 095157 dan SD Negeri 091316 Pematang Raya.

Di sana, tim berdialog langsung dengan para siswa. Hasilnya cukup menggembirakan—anak-anak mengaku makanan yang diberikan enak dan selalu dihabiskan. Ini menjadi indikator bahwa dari sisi rasa dan penerimaan, program berjalan positif.

Namun demikian, evaluasi tetap dibuka lebar. Pihak sekolah diminta aktif melaporkan setiap kendala atau masukan agar perbaikan bisa dilakukan secara cepat dan berkelanjutan.

“Kami ingin program ini benar-benar sempurna, bukan hanya berjalan. Semua pihak harus terlibat, termasuk sekolah,” tambah Wakil Bupati.

Pemerintah Kabupaten Simalungun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan rutin dan meningkatkan kualitas program MBG. Tujuannya jelas—memastikan setiap makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga higienis, aman, dan berdampak nyata bagi tumbuh kembang generasi muda.

Program berjalan, tapi evaluasi tak boleh berhenti — demi kualitas gizi anak-anak Simalungun yang lebih baik.