Dini Hari yang Menegangkan: Ibu Tua Dihajar Brutal di Sidamanik, Polisi Berpacu Waktu Selamatkan Korban dan Amankan Pelaku
SIMALUNGUN – Malam belum benar-benar usai, namun tragedi sudah lebih dulu pecah di Sidamanik. Seorang ibu lanjut usia, Senti br. Silalahi, terkapar bersimbah darah setelah dihajar tanpa ampun oleh tetangganya sendiri.
Luka di kepala, wajah lebam, hingga muntah darah menjadi saksi betapa brutalnya serangan tersebut. Warga yang panik berupaya menyelamatkan korban, membawanya ke Puskesmas Sidamanik sebelum akhirnya dirujuk ke RS Efarina Pematangsiantar demi menyelamatkan nyawanya.
Di sisi lain, waktu terus berdetak. Polisi bergerak cepat.
Dini hari, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, enam personel Sat Reskrim Polres Simalungun menembus gelap malam, mengawal terduga pelaku berinisial P.S.S menuju RSJ Prof. Dr. M. Ildrem.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah menjalani perawatan. Polisi pun dihadapkan pada dua hal sekaligus: menegakkan hukum dan memastikan penanganan medis.
Kasi Humas Polres Simalungun, Verry Purba, menegaskan bahwa kasus ini ditangani secara menyeluruh.
“Korban mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan intensif. Sementara terlapor akan diobservasi kondisi kejiwaannya. Semua proses berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
Sejak laporan diterima, Polsek Sidamanik langsung bergerak cepat—olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga pengurusan visum dilakukan tanpa jeda.
Di bawah komando Dommes Marbun, pengawalan pelaku ke RSJ dilakukan hingga dini hari, memastikan tidak ada celah dalam penanganan kasus ini.
Peristiwa ini menyisakan luka—bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi rasa aman masyarakat. Di tengah kekerasan yang terjadi, aparat harus berpacu dengan waktu, menyeimbangkan keadilan dan kemanusiaan dalam satu tarikan napas.
Tim




















