SIMALUNGUN – Senyum bahagia dan haru menyelimuti Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Senin (27/7/2026). Sebanyak 62 anak penyandang disabilitas, khususnya penyandang cerebral palsy, menerima bantuan kursi roda adaptif dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu mobilitas, tetapi menjadi simbol kepedulian, harapan, dan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama menjalani kehidupan yang lebih mandiri, sehat, dan bermartabat.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution, didampingi Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, jajaran Forkopimda, serta Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, menjelaskan bahwa 62 kursi roda adaptif yang diterima Kabupaten Simalungun merupakan bagian dari 350 unit yang disalurkan ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari Wheelchairs For Kids Australia dan Global Village Foundation Bali, hasil kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diinisiasi oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara. Program ini akan terus berlanjut dengan target distribusi hingga 1.000 kursi roda adaptif bagi anak-anak penyandang disabilitas di berbagai kabupaten dan kota.

“Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas, kemandirian, serta akses anak-anak terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kehidupan sosial, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Dwi Endah.

Perwakilan Global Village Foundation Bali, Mr. Andy Bracey, menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, bermain, dan meraih masa depan tanpa dibatasi kondisi fisiknya.

Ia menjelaskan bahwa kursi roda adaptif dirancang secara khusus untuk mendukung postur tubuh, kesehatan, dan aktivitas anak. Sejak 2021, organisasinya telah menyalurkan hampir 5.000 kursi roda adaptif di Indonesia.

“Kebutuhan masih sangat besar. Kami berkomitmen terus hadir di Sumatera Utara dan berharap suatu saat Indonesia memiliki pabrik kursi roda adaptif sendiri agar semakin banyak anak yang dapat terbantu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menegaskan bahwa bantuan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penyerahan alat bantu.

“Kursi roda ini bukan hanya sarana mobilitas, tetapi juga kunci yang membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, bergaul, dan menggapai cita-cita mereka. Tidak boleh ada satu pun anak di Simalungun yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik,” tegas Bupati.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang selama ini tanpa lelah mendampingi dan merawat anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang.

“Keterbatasan fisik bukanlah batas bagi mimpi. Anak-anak kita berhak dicintai, dihargai, memperoleh pendidikan yang layak, dan meraih masa depan yang gemilang. Pemerintah akan terus hadir mendampingi mereka,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk terus memperkuat program-program yang ramah penyandang disabilitas, sekaligus mempercepat terwujudnya Kabupaten Simalungun sebagai Kabupaten Layak Anak yang inklusif, di mana setiap anak memperoleh hak dan kesempatan yang setara.

Dalam kesempatan yang sama, Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution berharap bantuan tersebut menjadi awal terbukanya ruang yang lebih luas bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Ia juga mengajak seluruh orang tua agar terus memberikan kasih sayang dan kepercayaan diri kepada anak-anak mereka.

“Jangan pernah merasa malu. Anak-anak kita memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan terbaik,” pesannya.

Suasana haru semakin terasa ketika Erlina, mewakili para orang tua penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Simalungun, dan semua pihak yang telah peduli kepada anak-anak kami. Bantuan ini sangat berarti dan membawa harapan baru bagi masa depan mereka,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Momentum Hari Anak Nasional di Kabupaten Simalungun tahun ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, dan mitra internasional mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan anak-anak penyandang disabilitas. Lebih dari sekadar bantuan, kegiatan ini menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan menggapai masa depan yang lebih cerah.

(Tim)