Simalungun, 4 Juni 2025 – Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., memimpin pengecekan kesiapan pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak di areal PTPN IV Regional 1 Kebun Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, pada Rabu, 4 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Panen Jagung Serentak 1 Juta Hektar dalam rangka mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui partisipasi aktif di sektor pertanian. “Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata peran Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai swasembada jagung,” tegas AKP Verry Purba.
AKP Verry Purba lebih lanjut menjelaskan bahwa Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II ini memiliki makna strategis bagi Polri. Institusi kepolisian tidak hanya berperan sebagai aparat keamanan, tetapi juga terlibat aktif dalam seluruh rantai pasok produksi jagung, mulai dari proses penanaman hingga distribusi hasil panen.
“Polri berperan aktif dalam mendukung pencapaian swasembada jagung dengan terlibat langsung dalam seluruh rantai produksi. Kami tidak hanya mengamankan, tetapi juga memastikan proses berjalan optimal,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Polres Simalungun menerapkan manajemen proses bisnis yang komprehensif untuk memastikan tercapainya target swasembada jagung tahun 2025. Pendekatan sistematis ini melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani, kelompok tani (Poktan), dan industri pengolahan.
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah pendataan yang sangat detail di setiap aspek produksi jagung. Tim gabungan melakukan inventarisasi komprehensif, mulai dari data petani, Poktan, luas lahan, alat pertanian, ketersediaan benih, distribusi pupuk, alat panen, fasilitas pengering (dryer), hingga proses penyerapan, pengemasan (packing), penyimpanan, dan distribusi hasil panen. “Pendekatan detail ini memungkinkan kami mengidentifikasi potensi kendala dalam rantai produksi dan mengambil langkah antisipatif,” jelas AKP Verry Purba.
Kapolres Simalungun menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan masyarakat petani dalam mewujudkan swasembada jagung. “Pencapaian 1 juta hektar panen jagung serentak membutuhkan koordinasi yang solid dan komitmen bersama dari semua pihak,” tegas AKBP Marganda Aritonang.
Program Panen Raya Jagung Serentak ini juga selaras dengan upaya Polri dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah potensi gejolak sosial akibat kelangkaan atau fluktuasi harga komoditas strategis. Dengan memastikan keberhasilan panen, Polri berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari aspek ketahanan pangan.
Kegiatan ini merupakan implementasi konkret komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan Indonesia, sesuai dengan visi pembangunan nasional. Polri, sebagai institusi keamanan negara, menunjukkan perannya yang tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi tercapainya swasembada jagung nasional dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Simalungun khususnya,” pungkas AKP Verry Purba. Kegiatan pengecekan kesiapan panen jagung ini menjadi bukti transformasi Polri yang adaptif terhadap dinamika pembangunan nasional. (BS)
Editor Redaksi : Bang Aziz




















