SIMALUNGUN – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan keluarga besar Roberton Nainggolan, SE, yang akrab disapa Bang RN, untuk menggelar acara penuh makna: aqiqah sekaligus penambalan nama anak ketiga dari Marisa Terge Nainggolan.

Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bang RN, selaku Pangulu Buntu Turunan, pada Selasa (24/03/2025), dalam suasana hangat, religius, dan sarat kebersamaan keluarga.

Anak laki-laki yang merupakan buah hati ketiga dari Marisa Terge Nainggolan dengan dr Nico — adik kandung Bang RN — menjadi pusat perhatian dalam acara tersebut.

Prosesi aqiqah dilaksanakan sesuai syariat dengan menyembelih dua ekor kambing, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, sehat, dan membawa berkah bagi keluarga.

Sejak pagi, kediaman Bang RN dipadati keluarga besar dan kerabat yang datang dari berbagai daerah. Mereka hadir bukan hanya untuk menyaksikan prosesi, tetapi juga memberikan doa terbaik bagi masa depan sang bayi.

Dalam sambutannya, Bang RN menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut dengan lancar. Ia menegaskan bahwa aqiqah bukan sekadar tradisi, melainkan wujud ketaatan dan harapan orang tua kepada Sang Pencipta.

“Ini adalah bentuk syukur kami. Semoga anak ini kelak menjadi kebanggaan keluarga, berbakti kepada orang tua, serta berguna bagi masyarakat,” ujar Bang RN dengan penuh harap.

Tak hanya prosesi aqiqah, acara juga dirangkai dengan penambalan nama, sebuah tradisi yang sarat makna sebagai bentuk penyempurnaan identitas sekaligus doa yang disematkan dalam setiap panggilan hidup sang anak.

Suasana haru dan bahagia terlihat jelas dari wajah Marisa Terge Nainggolan. Ia mengaku terharu atas kehadiran dan dukungan keluarga besar yang terus mengalirkan doa.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, daging kambing hasil aqiqah turut dibagikan kepada masyarakat sekitar dan para undangan. Hal ini menjadi simbol berbagi kebahagiaan di momen Lebaran yang penuh berkah.

Acara berlangsung lancar hingga selesai, ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Kebersamaan yang terjalin menjadi gambaran kuatnya nilai kekeluargaan dalam tradisi masyarakat.

Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan kelahiran, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, menguatkan nilai keagamaan, serta menegaskan bahwa tradisi aqiqah tetap hidup dan dijaga di tengah masyarakat.


Editor : Bang Aziz