SIMALUNGUN – Semangat emansipasi dan pengabdian kembali digaungkan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan melalui pertemuan pengurus dan anggota yang berlangsung di Pamatang Raya, Rabu (29/4/2026).

Dipimpin langsung Ketua DWP Kabupaten Simalungun, Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, kegiatan berlangsung hangat namun sarat makna. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus hidup dan tumbuh dalam setiap peran perempuan saat ini.

“Perempuan harus terus bersinar dan memberi inspirasi. Semangat Kartini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijalankan dalam kehidupan nyata,” tegas Ny. Yulince.

Momentum peringatan Hari Kartini 2026, lanjutnya, harus dimaknai sebagai titik penguat solidaritas dan kebersamaan antar anggota. Ia mendorong seluruh jajaran DWP untuk bergerak lebih solid, progresif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kita harus tampil kompak dan produktif. Program kerja yang dijalankan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Simalungun,” ujarnya.

Tak hanya soal semangat, Ketua DWP juga menekankan disiplin organisasi. Seluruh bidang diminta menjalankan program kerja secara terarah, tertib, dan terkoordinasi dengan sekretariat guna memastikan efektivitas pelaksanaan.

Dalam pertemuan tersebut, juga disampaikan agenda penting terkait partisipasi DWP dalam perayaan Paskah Kabupaten Simalungun. DWP dipercaya mengisi ibadah melalui penampilan pujian, yang kini tengah dipersiapkan secara matang.

Wakil Ketua DWP, Ny. Debora DPI Hutasoit, mengingatkan pentingnya kesiapan teknis dan kekompakan dalam penampilan.
“Kita harus mempersiapkan lagu dan konsep penampilan dengan maksimal agar dapat memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DWP, Ny. Titi Akhiryanti Andri Rahadian, menegaskan pentingnya ketertiban administrasi sebagai fondasi organisasi. Penyusunan struktur organisasi serta program kerja menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan.

“Administrasi yang tertib adalah kunci kelancaran organisasi. Jika ada kendala, segera koordinasikan untuk kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Pertemuan berlangsung tertib dan khidmat, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars DWP, serta ditutup dengan doa bersama.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Simalungun menegaskan posisinya sebagai wadah perempuan yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga aktif menggerakkan perubahan—mewujudkan semangat Raden Ajeng Kartini dalam aksi nyata.


Tim