SIMALUNGUN – Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Jefri Saragi, di Huta Kampung Gereja, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, mengungkap fakta yang cukup memprihatinkan terkait kondisi SD Negeri No. 091509. Di balik agenda serap aspirasi masyarakat, persoalan serius di sektor pendidikan kembali mencuat dan membutuhkan perhatian segera.
Dalam peninjauan langsung ke lokasi, Jefri Saragih mendapati kondisi bangunan sekolah yang jauh dari kata layak. Tiang penyangga teras terlihat rusak dimakan rayap dan rawan ambruk, sementara plafon di beberapa ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ruang belajar yang terbatas serta fasilitas seperti meja dan bangku yang sudah usang semakin memperburuk situasi belajar mengajar di sekolah tersebut.
Keluhan pun disampaikan langsung oleh para guru dan kepala sekolah. Mereka mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang belajar serta minimnya sarana prasarana menjadi kendala utama dalam menjalankan proses pendidikan yang optimal.
Menariknya, dalam dialog tersebut juga terungkap bahwa SD Negeri No. 091509 sempat direncanakan untuk dilakukan penggabungan (grouping) dengan sekolah lain. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak direalisasikan. Hal ini disebabkan oleh faktor jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat Nagori Tangga Batu, yang dinilai akan menyulitkan para siswa jika harus berpindah sekolah.
Keputusan tidak dilakukannya grouping tersebut tidak lepas dari komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Jefri Saragi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun. Ia memperjuangkan agar sekolah tersebut tetap berdiri demi menjamin akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Memang sempat ada wacana penggabungan sekolah, tetapi setelah kita komunikasikan dengan dinas, mempertimbangkan jarak dan kondisi wilayah, akhirnya sekolah ini tetap dipertahankan. Ini penting agar anak-anak tidak kesulitan mengakses pendidikan,” jelas Jefri.
Didampingi Pangulu Nagori Tangga Batu, Hendro Silalahi, Jefri menegaskan bahwa meskipun sekolah tersebut tidak jadi digabung, kondisi fasilitasnya tetap harus menjadi prioritas perhatian pemerintah.
“Keberadaan sekolah ini sangat vital bagi masyarakat sekitar. Karena itu, selain mempertahankan keberadaannya, kita juga harus memastikan sarana dan prasarananya layak. Ini akan segera kita koordinasikan dengan dinas terkait,” tegasnya.
Seluruh temuan dan aspirasi masyarakat dalam kegiatan tersebut turut dicatat oleh Sekretariat Dewan (Sekwan) Ihsan Nasution untuk selanjutnya disampaikan kepada instansi terkait sebagai bahan tindak lanjut.

Kegiatan reses yang berlangsung pada Selasa (28/04/2026) ini menjadi gambaran nyata bahwa pemerataan akses pendidikan di wilayah pedesaan masih membutuhkan perhatian serius. Diharapkan, melalui langkah koordinasi yang cepat dan tepat, kondisi SD Negeri No. 091509 dapat segera diperbaiki tanpa harus mengorbankan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil.
Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen dalam mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Simalungun, demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
(Tim)










