SIMALUNGUN, Anews.Channel — Persatuan Wartawan Simalungun melontarkan desakan keras kepada aparat penegak hukum (APH) agar tidak lamban dan segera mengungkap secara terang kasus kematian Gunardi yang jasadnya ditemukan di area pemakaman Dolok Sinumbah, Kabupaten Simalungun.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan publik dan memunculkan keresahan luas di tengah masyarakat. Minimnya informasi resmi terkait perkembangan penyelidikan dinilai telah membuka ruang spekulasi liar yang terus berkembang.

Persatuan Wartawan Simalungun menegaskan, perkara hilangnya nyawa seseorang tidak boleh diperlakukan seperti kasus biasa. APH diminta menunjukkan keseriusan, profesionalisme, dan keberanian dalam membongkar fakta sebenarnya di balik kematian korban.

“Kami menghormati proses hukum. Namun publik juga berhak mendapatkan kepastian. Jangan sampai penanganan perkara ini terkesan jalan di tempat dan menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” tegas Persatuan Wartawan Simalungun dalam pernyataannya.

Mereka menilai, lambannya pengungkapan perkara dapat memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Karena itu, transparansi dan langkah konkret sangat dibutuhkan agar publik tidak menilai ada pembiaran dalam kasus tersebut.

Persatuan Wartawan Simalungun juga mendesak Polsek Bandar Huluan dan Polres Simalungun meningkatkan intensitas penyelidikan, termasuk mengungkap kronologi sebenarnya, motif, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat apabila ditemukan alat bukti yang cukup.

Tak hanya itu, Kapolres Simalungun diminta turun memberi perhatian serius terhadap kasus ini mengingat tingginya perhatian publik dan keresahan masyarakat yang terus berkembang.

“Pengungkapan kasus ini bukan sekadar mencari siapa pelakunya. Ini menyangkut rasa aman masyarakat dan wibawa hukum. Negara tidak boleh kalah oleh ketidakjelasan,” lanjut pernyataan tersebut.

Persatuan Wartawan Simalungun menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk intervensi terhadap proses penyidikan, melainkan bentuk kepedulian masyarakat sipil agar penegakan hukum berjalan profesional, terbuka, dan berkeadilan.

Mereka berharap aparat penegak hukum membuktikan bahwa setiap perkara yang menyangkut hilangnya nyawa manusia benar-benar menjadi prioritas dan ditangani tanpa pandang bulu.

“Kami percaya APH memiliki kemampuan untuk mengungkap kasus ini. Yang ditunggu masyarakat hari ini adalah keberanian, transparansi, dan langkah nyata hingga perkara ini benar-benar terang benderang,” tutup pernyataan Persatuan Wartawan Simalungun.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Bandar Huluan maupun Polres Simalungun belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru kasus kematian Gunardi. (Jun)