MEDAN – Kawasan hitam Jermal 15 kembali dihantam operasi besar-besaran. Polrestabes Medan menggerebek lokasi yang selama ini dikenal sebagai sarang judi dan narkotika, Minggu (11/1/2026) dini hari. Negara datang, dan kali ini bukan sekadar peringatan.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat menemukan fakta mencengangkan: sekitar 80 persen rumah di kawasan itu mencuri arus listrik untuk menopang aktivitas ilegal yang telah lama meresahkan masyarakat.

Tak ingin kejahatan tumbuh kembali, Polrestabes Medan bersama TNI, Pemda, dan petugas PLN langsung mengambil langkah ekstrem namun terukur: aliran listrik diputus total di sepanjang Jalan Jermal 15 Ujung dan Jalan Keramat Indah Ujung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan, pemutusan listrik dilakukan sebagai langkah strategis dan preventif untuk mematikan denyut perjudian dan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

“Pemutusan listrik ini untuk mencegah aktivitas ilegal kembali beroperasi. Ini bagian dari komitmen kami membongkar dan mensterilkan Jermal 15,” tegas Jean Calvijn.

Langkah keras ini dilakukan usai prarekonstruksi tindak pidana judi dan narkotika dalam rangkaian Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Aparat memastikan, operasi tidak berhenti pada penangkapan semata, tetapi menyasar akar dan fasilitas pendukung kejahatan.

Tak hanya memutus listrik, polisi juga merobohkan dan membakar sejumlah barak narkoba yang ditemukan di lokasi. Barak-barak tersebut diduga menjadi tempat transaksi, konsumsi, hingga persembunyian para pelaku.

“Saya tegaskan, KRYD akan terus berlanjut. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat,” ujar Kapolrestabes.

Operasi ini menjadi sinyal keras bahwa Jermal 15 bukan lagi zona aman bagi bandit narkoba dan mafia judi. Aparat memastikan kawasan tersebut terus diawasi agar tidak kembali dikuasai jaringan kejahatan.

Negara tidak mundur. Jermal 15 disterilkan.


Tim