Simalungun, 7 Juni 2025 – Seorang pria berusia 25 tahun, Fazar Rizky, ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya di Huta V, Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu dini hari, 7 Juni 2025, sekitar pukul 00.15 WIB. Tim Inafis Polres Simalungun langsung melakukan evakuasi jenazah.
Kejadian tragis ini terungkap setelah istri korban, Elektra br Sijabat (21), menemukan suaminya dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon hijau sepanjang 1,5 meter. Elektra yang tengah mengayun anaknya mendengar suara dari dalam kamar dan mendapati Fazar Rizky sudah meninggal dunia.
Menurut keterangan Elektra kepada petugas, sebagaimana disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, pada Jumat malam (6 Juni 2025) sekitar pukul 20.00 WIB, Fazar Rizky terlihat minum tuak di rumahnya. Setelah itu, ia masuk ke kamar. Tidak lama kemudian, Elektra mendengar suara dari dalam kamar dan menemukan suaminya dalam kondisi tergantung.
Kapolsek Perdagangan, AKP Ibrahim Sopi, SH, MH, menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 01.30 WIB. Tim yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Gerry D. Simanjuntak, SH, MH, langsung menuju TKP. Tim Inafis Polres Simalungun, dipimpin AIPTU Owen Simarmata, melakukan olah TKP dan menemukan barang bukti berupa celana jeans biru dan tali nilon yang digunakan korban.
Visum luar oleh tim medis Puskesmas Bandar Tinggi, dipimpin Indriani Mutiara, S.Kep, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Kematian Fazar Rizky dipastikan akibat bunuh diri.
Dari keterangan saksi, termasuk Sri Wahyuni (34), terungkap bahwa korban sering mengalami masalah ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan tetap dan sering bertengkar dengan istrinya. AKP Verry Purba menjelaskan bahwa motif bunuh diri diduga kuat disebabkan oleh masalah ekonomi dan konflik rumah tangga.
Polisi melibatkan enam personel dari berbagai unit dalam penyelidikan. Keluarga korban, melalui Elektra br Sijabat, meminta jenazah tidak diautopsi. Jenazah Fazar Rizky telah disemayamkan dan akan dimakamkan di TPU Muslim Huta V, Nagori Bandar Tinggi.
Kasus ini dikategorikan sebagai non-pidana, namun polisi tetap melakukan riksa saksi dan melaporkan hasil penyelidikan kepada pimpinan. Kejadian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap masalah kesehatan mental dan dukungan sosial bagi individu yang menghadapi kesulitan ekonomi dan konflik rumah tangga. (JND)
Editor Redaksi : Aziz















