SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, H. Anton Achmad Saragih, menghadiri secara langsung Pesta Parerean (Tambak) Pomparan Op Bima Sinaga yang digelar di Simpang Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (28/02/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Simalungun tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian adat, budaya, serta memperkuat ikatan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Acara adat yang sarat makna tersebut berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan dihadiri berbagai tokoh penting daerah. Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan itu Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto SE, Tuan Guru Batak Syach Dr Ahmad Syakban El Rahmaniy Rajaguguk, Staf Ahli PKK Ny. Rospita Benny Gusman Sinaga, Camat Hatonduhan Bill Morgand Saragih,  Sejumlah Pangulu, serta perwakilan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut hangat oleh keluarga besar Bona Uli Rajaguguk dan Pomparan Op Bima Sinaga melalui prosesi adat manomu-nomu, sebagai simbol penghormatan dan penerimaan tamu kehormatan dalam tradisi masyarakat Batak. Suasana haru dan kebanggaan terlihat jelas dari raut wajah keluarga besar yang menyambut dengan penuh sukacita.

Setelah prosesi penyambutan, Bupati bersama rombongan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan bersalaman dan berinteraksi langsung dengan keluarga besar tuan rumah, menciptakan suasana keakraban yang kental antara pemimpin daerah dan masyarakat adat. Kebersamaan tersebut semakin memperkuat nilai gotong royong dan rasa persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Simalungun.

Dalam sambutannya, Bupati Simalungun menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar Pomparan Op Bima Sinaga dalam momen bersejarah pendirian tugu tambak keluarga. Ia menilai bahwa pembangunan tugu keluarga bukan hanya sekadar simbol fisik, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi generasi penerus.

“Kita patut bersyukur dapat berkumpul bersama di acara Parerean/Tugu Tambak Pomparan Op Bima Sinaga ini. Tugu yang didirikan hari ini akan menjadi pengingat sepanjang masa dan menjadi warisan sejarah bagi anak cucu kita tentang jati diri serta asal-usul keluarga,” ujar Bupati di hadapan undangan dan keluarga besar.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa keberadaan tugu tambak memiliki nilai strategis dalam menjaga identitas, persatuan, dan pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial yang mempersatukan masyarakat.

“Tugu ini bukan hanya bangunan semata, tetapi juga simbol persatuan dan sejarah keluarga. Kelak, anak-anak kita dapat memahami perjalanan leluhur mereka. Oleh karena itu, adat dan budaya ini harus kita jaga bersama sebagai bagian dari jati diri masyarakat Simalungun,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga secara khusus memberikan ulos kepada keluarga besar Bona Uli Rajaguguk sebagai bentuk penghormatan, doa restu, dan simbol kasih sayang dalam tradisi Batak. Pemberian ulos tersebut disambut penuh haru oleh keluarga besar sebagai tanda kehormatan atas kehadiran dan perhatian Bupati.

“Kepada keluarga besar Bona Uli Rajaguguk, saya mengucapkan selamat atas terlaksananya Pesta Parerean/Tugu Tambak Opung. Semoga acara ini berjalan dengan lancar, penuh berkat, dan semakin mempererat persaudaraan seluruh pomparan,” ucap Bupati.

Dalam rangkaian acara, Kapolres Simalungun, Ketua DPRD Simalungun, serta Tuan Guru Batak Syech Ahmad Syakban El Rahmaniy Rajaguguk juga menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga nilai persatuan, kekompakan keluarga, serta pelestarian adat istiadat sebagai warisan luhur yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda.

Sementara itu, Bona Uli Rajaguguk yang mewakili keluarga besar Pomparan Op Bima Sinaga menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaan atas kehadiran Bupati Simalungun beserta rombongan di tengah-tengah acara adat keluarga mereka.

“Kami sangat berbahagia dan merasa terhormat karena Bapak Bupati telah meluangkan waktu untuk hadir di pesta tugu tambak opung kami. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kabupaten Simalungun bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pemberian ulos yang menjadi kebanggaan bagi keluarga kami,” ungkapnya.

Sepanjang acara, terlihat antusiasme tinggi dari keluarga besar dan masyarakat yang hadir. Nuansa adat yang kental, iringan doa, serta kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dan budaya di tengah masyarakat Simalungun.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Bupati, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan keluarga besar Pomparan Op Bima Sinaga sebagai simbol kebersamaan, penghormatan terhadap adat, serta komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya Simalungun agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (JF)