Medan – Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, saat pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) se-Sumatera Utara resmi dilantik.
Kehadiran Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel), Reda Manthovani, menjadi penegas bahwa penguatan peran BPD bukan hanya agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya bersama membangun desa yang lebih kuat dan transparan.
Pelantikan ini juga menjadi momen penting bagi para pengurus yang dipercaya mengemban amanah. Ir. H. Indra Utama, MPWK hadir sebagai Ketua DPP ABPEDNAS, sementara Drs. Abdul Khair, MM dikukuhkan sebagai Ketua DPD ABPEDNAS Sumatera Utara.
Untuk Kabupaten Simalungun, Yusni Fadli Adha resmi dilantik sebagai Ketua DPC ABPEDNAS Simalungun, didampingi Aprizal Damanik sebagai Sekretaris Jenderal dan Indra Adi Guna sebagai Bendahara. Raut optimisme tampak dari para pengurus yang siap memperkuat peran BPD di tengah masyarakat desa.
Dalam arahannya, Bobby Nasution menyampaikan pesan yang sederhana namun bermakna: BPD harus hadir sebagai mitra yang kritis sekaligus solutif bagi pemerintah desa.
“Saya titip pesan kepada Bung Yusni Fadli Adha dan jajaran, jadilah mitra yang kritis namun tetap solutif. Dana desa yang besar harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan ragu menyuarakan aspirasi warga,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Ia menekankan bahwa BPD bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan jembatan aspirasi masyarakat desa agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Senada dengan itu, Reda Manthovani dalam sambutannya menegaskan bahwa Kejaksaan hadir sebagai pengawal, bukan pihak yang menakut-nakuti aparat desa. Ia mengajak seluruh pengurus ABPEDNAS untuk membangun tata kelola desa yang bersih dan akuntabel dengan mengedepankan pencegahan.
“Kami ingin desa-desa berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai aturan. Selama administrasi benar dan pengawasan berjalan, tidak perlu ada rasa takut,” tuturnya.
Pesan tersebut disambut positif oleh para peserta yang hadir, karena memberikan rasa aman sekaligus motivasi dalam menjalankan tugas pengawasan di desa.
Sementara itu, Ketua DPC ABPEDNAS Simalungun, Yusni Fadli Adha, menyampaikan komitmennya untuk merangkul dan mengonsolidasikan seluruh anggota BPD di Kabupaten Simalungun. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transparansi keuangan desa, serta komunikasi antar desa akan menjadi fokus utama kepengurusannya.
Pelantikan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga simbol kebersamaan antara pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, dan unsur desa. Harapannya, sinergi yang terbangun dapat menghadirkan desa yang lebih mandiri, terbuka, dan berintegritas, serta benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat di Sumatera Utara.
(TIM)















