Medan, Sumatera Utara – Kekerasan jalanan kembali mengguncang Kecamatan Medan Belawan. Seorang warga, Hendra Syahputra (39), menjadi korban penyerangan sadis yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda dari geng “Anak Gudang Garam”.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025, dan meninggalkan luka mendalam, secara harfiah dan psikologis, bagi korban dan masyarakat sekitar.

Kejadian bermula pada Rabu malam, 2 Juli, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat hendak membeli nasi goreng, hujan memaksa Hendra berteduh di sebuah warung depan Lorong Papan, Kelurahan Belawan I. Namun, tanpa diduga, sekelompok pemuda bersenjata tajam menyerangnya secara membabi buta.

Para pelaku dilaporkan membawa klewang, parang panjang, hingga panah. Dalam serangan brutal tersebut, Hendra mengalami luka tusuk parah di bagian perut hingga ususnya terburai. Setelah korban tersungkur bersimbah darah, para pelaku segera melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi kritis.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke RS Pelabuhan Belawan. Karena luka yang sangat serius, Hendra dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan untuk penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Lingkungan Lorong Papan mengonfirmasi kejadian tersebut dan menggambarkan kondisi korban yang sangat mengenaskan. Ia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya aksi kekerasan antar kelompok pemuda yang telah meresahkan warga selama ini.

Polsek Belawan, melalui Kapolsek AKP Ponijo, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan intensif. “Kami berkomitmen untuk segera menangkap para pelaku dan memastikan mereka dihukum seadil-adilnya,” tegasnya.

Kejadian ini menambah daftar panjang aksi kekerasan antar kelompok di kawasan Medan Utara, terutama Belawan, yang selama ini dikenal rawan konflik pemuda. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari aktivitas malam hari yang tidak mendesak, serta melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan.

Insiden ini menjadi peringatan tegas akan perlunya perhatian serius dari berbagai pihak—baik aparat, tokoh masyarakat, maupun pemerintah daerah—dalam menangani aksi kekerasan jalanan yang terus memakan korban.


Tim Redaksi