SIMALUNGUN – Cuaca ekstrem, hujan deras yang disertai angin kencang kembali menunjukkan dampaknya di wilayah Kabupaten Simalungun. Dua pohon mahoni berukuran culun besar dilaporkan tumbang dan menutup seluruh badan jalan di kawasan Bukit Kembar dan Simpang Sitapulak, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, jalur utama penghubung antara Kota Siantar menuju Tanah Jawa, Selasa (31/03/2026).
Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut mengakibatkan arus lalu lintas dari kedua arah lumpuh total. Sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa berhenti dan mengular di kedua sisi jalan karena tidak dapat melintas. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran para pengguna jalan, mengingat lokasi kejadian berada di jalur vital dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Tanah Jawa di bawah komando Kapolsek, Kompol Banuara Manurung, SH, langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tanpa menunggu waktu lama, personel kepolisian segera melakukan tindakan tanggap darurat guna mengatasi hambatan yang terjadi di tengah jalan tersebut.
Dengan peralatan seadanya, termasuk mesin pemotong kayu, petugas bersama warga sekitar bahu-membahu melakukan evakuasi batang dan ranting pohon yang menutupi badan jalan. Proses pembersihan berlangsung cukup menantang mengingat ukuran pohon yang besar serta kondisi jalan yang licin akibat hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut.
Semangat gotong royong antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan proses evakuasi. Sedikit demi sedikit, batang pohon berhasil dipotong dan disingkirkan ke pinggir jalan hingga akhirnya akses jalan dapat kembali dibuka dan dilalui kendaraan.
Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung, SH, di sela kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan terus siaga dalam menghadapi potensi bencana yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu proses evakuasi di lapangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jalan, agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Potensi pohon tumbang, longsor, maupun genangan air bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Dengan selesainya proses evakuasi, arus lalu lintas di jalur Siantar – Tanah Jawa kini telah kembali normal. Meski demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas, terutama saat melintasi daerah rawan bencana.
Tim Red




















