SIMALUNGUN _ Proyek saluran Tersier di Huta III Bosar Toruan Nagori Bosar Bayu, Kec. Hutabayu Raja, Kab. Simalungun diduga hasil pengerjaannya tidak sesuai dengan juknis yang telah ditentukan dan harapan masyarakat. Proyek yang bersumber dari Dana Desa tahun 2023 ini dengan anggaran Rp. 130.451.880 hasil pengerjaanya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh warga sekitar.
Menurut warga Huta III Bosar Toruan yang tidak mau namanya dipublikasi sangat menyayangkan hasil pengerjaan proyek tersebut. Dimana proyek pergerjaan tampak asal – asalan, ” Lihatlah lae pemasangan batu pada proyek saluran tersier itu tampak asal – asalan, samping tembok kiri dan kanan tidak ditimbun pokoknya bangunan asal lah itu, yang penting selesai dikerjakan tanpa mengutamakan kualitas”. cetus nara sumber.
Pantauan dilokasi poyek pemasangan batu banyak yang menjulur keluar dan tidak rata. Selain itu lantai proyek saluran tersier tersebut tampak sudah kopak – kapik, dan lebih parahnya lagi sisi kiri dan sisi kanan tembok tidak dilakukan timbunan tanah untuk penahan tembok parit tersier, sehingga ditakutkan dinding saluran irigasi tersebut akan cepat tumbang.
Dalam proses pengerjaanya proyek tersebut diduga juga diborongkan, soalnya sewaktu dalam proses pengerjaan pekerjanya hanya sedikit ” kadang lima orang, terkadang tiga orang ” pekerjanya tidak menentu sehingga pengerjaan proyek tersebut diduga diborongkan kepada salah seorang warga, padahal dalam pengerjaan proyek dana desa sudah ditentukan Harian Orang Kerja ( HOK ) sehingga diduga sebagian dana masuk kantong pribadi oleh oknum kuasa pengguna anggaran.
BACA JUGA : Kapolres dan Dandim Simalungun Kompak Amankan Logistik Pemilu di Kabupaten Simalungun.
Warga lainnya yang enggan dituliskan jati dirinya mengatakan, proyek saluran tersier ini dibiayai dari Dana Desa tahun 2023 sebesar Rp.130.451.880; namun proyek ini terkesan asal jadi, untuk itu kami minta instasi terkait turun dan periksa pengelolaan anggaran proyek ini tegasnya. Ditambahkannya, pelaksanaan proyek saluran tersier tidak sesuai harapan masyarakat dan, proyek tersebut diduga asal jadi karena pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan syarat pengerjaan dan diduga anggaran pekerjaan tersebut di mark up. Pangulu Nagori Bosar Bayu, Edu sitorus hingga berita ini dikirim ke redaksi belum dapat dimintai tanggapannya. (AS)









