HATONDUHAN _ Pemerintah Buntu Turunan, menggelar hiburan rakyat, sekaligus melestarikan warisan budaya dengan menggandeng sejumlah pengiat seni di Kecamatan Hatonduhan.

Paguyuban Seni Tari Kuda Lumping Among Mudo Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun yang secara khusus di minta Pangulu Buntu Turunan Roberton Nainggolan SE atau yang akrab di sapa Bang RN. Pada Selasa (06/02/2024) sekira pukul 14.00 Wib di dekat lapangan bola voli Bang RN.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Nagori Buntu Turunan, dan terbukti ratusan masyarakat Buntu Turunan baik anak-anak menikmati acara hiburan Jarkeb yang diselenggarakan Pemerintah Buntu Turunan.

Baca Berita : Tak Di Duga Pimred Media ANEWS-Chanel, Menubruk Pengendara Motor.

Bang RN sendiri ikut larut menikmati hiburan Jarkeb, Ia bersama Keluarga menyaksikan pertunjukan Jarkeb Among Mudo di pelataran lapangan bola voli Bang RN.

Dijelaskan lebih lanjut, Jaran kepang atau Jarkep merupakan pagelaran acara yang menarik sehingga penampilan acara tersebut sangat mendapat antusias dari warga sekitar bahkan warga desa tetangga yang mengetahui adanya jaran kepang ini juga ikut berbondong menyaksikan pagelaran budaya.

Untuk lebih diketahui, Pada mulanya jaran kepang ini bukanlah sebuah seni pertunjukan, karena memang zaman dulu belum dikenal istilah kesenian.

Di masa dulu, Jaran kepang ini merupakan bagian dari ritual untuk menolak bala, mengatasi berbagai musibah serta meminta dan mengharapkan kesuburan dan keberhasilan panenan dan juga supaya masyarakat tentram aman dan damai, seiring dengan perjalanan waktu, berkembang menjadi mitos yang diyakini oleh masyarakat yang kemudian berkembang menjadi berbagai simbol yang di gunakan dalam kegiatan ritual.

Memang, sejauh ini belum di temukan data tertulis atau prasasti yang membahas tentang jaran kepang. Ada dugaan kata ” kepang ” berasal dari kepung menurut sejarahwan dalam bahasa jawa kuno di kenal kata kepang yang bersinonim arti dengan kepung yang menunjukan pada : mengepung dalam arti tarian yang di gerakan ini merupakan gerakan pengepungan yang di lakukan oeh sekelompok orang prajurit berkuda , yang mereka kepung adalah celengan atau babi hutan dan barongan atau ular besar.

Kesurupan atau trance adalah hal yang sering dan terjadi selama pagelaran berlangsung, formasi tarian ini biasa digarap 6-8 orang dengan 4 laki laki dan 4 perempuan menari berpasangan tak lupa menggunakan riasan wajah yang khas hitam dan putih dan selendang merah yang yang di ikatkan di pinggang wanita sebagai ciri khas dalam jaran kepang, atraksi pijakan pecahan kaca, mengupas kulit kelapa dengan gigi, lecutan pecut atau cemeti yang pukulkan. masing-masing pemain akan menjadi semakin liar dan gila dalam memainkan pagelaran ditambah lagi bau menyan, gendang gedung musik yang menambah kesan magis yang menyeruak di sekitar nya.

Namun, semakin berkembang nya zaman kemajuan teknologi yang semakin canggih sangat berdampak pada meluasnya globalisasi, hal ini yang menyebabkan kearifan lokal yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat yang tumbuh dan berkembang dengan kesenian dan kebudayaannya yang berada selalu berupaya mengembangkan kesenian dan kebudayaan dan kini semakin pudar. bahkan nyaris punah sehingga kesenian jaran kepang makin sulit untuk di temui,

Dan kesenian jaran kepang merupakan warisan leluhur dari suku Jawa, meski Bang RN bukan orang Jawa, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap warisan budaya yang perlu untuk dilestarikan.

Baca Berita : BanG RN Hadirkan Disdukcapil Untuk Memfasilitasi Masyarakat Mengurus Adminduk.

Menurutnya, “Warisan budaya leluhur adalah peninggalan yang berharga dan kita sebagai anak bangsa ditugaskan untuk melestarikan kebudayaan tersebut. Kata Bang RN.

“Acara ini saya persembahkan untuk masyarakat Buntu Turunan semoga anak-anak terhibur dan seluruh masyarakat Buntu Turunan ikut serta menjaga warisan budaya dan melestarikannya. Tandas Bang RN. (Aziz)