Simalungun – Dukungan nyata terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia di tingkat kewilayahan. Kapolsek Tanah Jawa, KOMPOL Asmon Bufitra, S.H., M.H., turun langsung ke lapangan melaksanakan kegiatan sambang sekaligus monitoring Program Ketahanan Pangan Penanaman Jagung, Selasa, 06 Januari 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, menjelang pelaksanaan panen serentak.
Kegiatan tersebut berlangsung di Afdeling I Kebun PTPN IV Regional II Tonduhan, tepatnya di Nagori Parhundalian Jawadipar, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Monitoring ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan keberlanjutan program strategis nasional di sektor pangan berjalan optimal, terarah, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, arahan Kapolri dalam implementasi delapan program prioritas Polri (Asta Cita Pemerintahan), serta Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprint/3137/X/KEP/2024 tentang pembentukan Gugus Tugas Polri Ketahanan Pangan, sebagai langkah konkret menuju terwujudnya Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.
Dalam monitoring tersebut, Kapolsek Tanah Jawa melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman jagung, kesiapan lahan, serta koordinasi antar pihak yang terlibat. Program ketahanan pangan ini merupakan hasil sinergi strategis antara PTPN IV Tonduhan dan Polri, di mana PTPN IV Tonduhan berperan sebagai penyedia lahan, sementara proses pengelolaan dan penanaman jagung dilaksanakan oleh Kelompok Tani Dos Roha, yang diketuai oleh Sopian Sinaga, di kawasan Kebun Tonduhan.
Sementara itu, Polri melalui Polsek Tanah Jawa berperan sebagai pengawas dan pendamping program, guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, transparan, serta mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, KOMPOL Asmon Bufitra, S.H., M.H. juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada kelompok tani dan seluruh pihak terkait agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penanaman hingga masa panen. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan faktor krusial dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
Selain itu, Kapolsek Tanah Jawa turut mengingatkan mekanisme penyaluran hasil panen jagung agar sesuai dengan kebijakan pemerintah. Ia menghimbau agar hasil panen nantinya dijual kepada BULOG melalui rekanan atau agen resmi yang telah disiapkan, dengan ketentuan jagung dijual dalam bentuk tongkol (tidak dipipil) dan dapat diambil langsung dari lokasi lahan, guna menjaga kualitas serta memudahkan proses distribusi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Manager Kebun Tonduhan, Andi Samuel Limbong beserta staf, Kabag Log Binkar Polres Simalungun AKP Edy Sy, Personel SDM Polres Simalungun Sampe Siallagan, serta Ketua Kelompok Tani Dos Roha, Sopian Sinaga. Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara aparat kepolisian, pihak perkebunan, dan masyarakat tani.
Adapun personel yang terlibat langsung dalam kegiatan monitoring ini antara lain Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Asmon Bufitra, S.H., M.H., Bhabinkamtibmas AIPTU R.H. Sianturi, serta ASN Suhendra. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, tanpa adanya gangguan berarti.
Melalui kegiatan sambang dan monitoring ini, diharapkan sinergi antara Polri, PTPN IV, dan kelompok tani semakin solid, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Jawa. Langkah ini sekaligus menegaskan peran Polri sebagai mitra strategis masyarakat dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. (Tim)




















