Labura, 23 September 2026 — Suasana religius dan penuh khidmat mewarnai pelaksanaan MTQ dan Tahfizh Al-Qur’an 10 Juz ke-4 yang digelar dalam rangka Haul ke-4 Almh. Hj. Ely Zarwati di Labuhanbatu Utara (Labura).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan bagi para peserta dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Salah satu momen penting dalam rangkaian acara tersebut terjadi saat Tuan Guru Batak, Syekh Ahmad Sabban Elrahmany Rajagukguk, MA, mendapat kehormatan untuk memukul beduk sebagai tanda dibukanya kegiatan MTQ dan Tahfizh Al-Qur’an.

Kehormatan tersebut diberikan oleh Haji Buyung Khadimul Masyayikh, Bupati Labuhanbatu Utara Dr. Hendriyanto Sitorus, serta Ketua DPRD Sumatera Utara Erni Aryanti Sitorus.

Dentuman beduk menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Usai pembukaan, Syekh Ahmad Sabban Elrahmany Rajagukguk, MA, juga menyampaikan tausyiah kepada para peserta dan masyarakat yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, pesan-pesan keagamaan menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca dan dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam membentuk akhlak dan menjalani kehidupan.

Rangkaian kegiatan semakin mendapat perhatian dengan adanya dukungan dari H. Dr. Novri Aritonang. Sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap kegiatan keagamaan tersebut, Haji Novri turut memberikan dua hadiah paket umrah bagi para pemenang MTQ dan Tahfizh Al-Qur’an.

Hadiah umrah tersebut menjadi salah satu daya tarik sekaligus motivasi bagi para peserta untuk memberikan kemampuan terbaik mereka. Lebih dari sekadar penghargaan dalam sebuah perlombaan, kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci tentu memiliki nilai spiritual yang mendalam bagi penerimanya.

Partisipasi Haji Novri Aritonang tersebut juga mendapat apresiasi dari Tuan Guru Batak. Ia menyampaikan doa agar dukungan yang diberikan dalam kegiatan mulia tersebut mendapat balasan kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT.

“Semoga partisipasi Bapak Haji Dr. Novri Aritonang menjadi amal jariyah, dilimpahkan rezeki dan keberkahan, serta mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin,” demikian doa yang disampaikan.

Sementara itu, pelaksanaan MTQ dan Tahfizh Al-Qur’an dalam rangka Haul ke-4 Almh. Hj. Ely Zarwati memberikan makna tersendiri bagi keluarga dan masyarakat yang hadir.

Peringatan haul tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang almarhumah, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi muda. Melalui lantunan ayat suci, hafalan Al-Qur’an, tausyiah, serta silaturahmi, rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meneruskan semangat kebaikan.

Di tengah perkembangan zaman, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus belajar dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Dua hadiah umrah dari Haji Novri Aritonang menjadi bentuk apresiasi, sementara tausyiah dan kehadiran Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban Elrahmany Rajagukguk, MA, memberikan pesan spiritual dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Pada akhirnya, MTQ dan Tahfizh bukan hanya tentang siapa yang meraih juara. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

Dari haul lahir doa, dari MTQ lahir prestasi, dari tahfizh tumbuh generasi Qur’ani, dan dari kepedulian lahir keberkahan.

Editor Redaksi : Bang Aziz