SIMALUNGUN _Karyawan Pimpinan (Karpim) PTPN IV unit Tinjowan, Manager Abdi Hendri Sinaga dan Asisten Kepala (Askep) Muchtar Sinaga kompak melakukan tindakan yang diduga merusak citra pihak BUMN khususnya PTPN IV Kebun unit Tinjowan. Pasalnya Manager dan Asisten Kepala ( Askep ) tersebut kompak memblokir WhatsApp wartawan yang melakukan konfirmasi terkait tanamam produksi yang terserang Hama dan Gulma yang sangat serius.
BACA JUGA : (Vidio) Wawancara Khusus, TGB Pesankan Hal Ini….! Di Pemilu 2024.
Adapun Tanaman Sawit produksi yang diserang ulat api, dan proses Dongkel Anak Kayu (DAK) tidak dilakukan bagaimana semestinya, Anggaran dalam proses tersebut sangat dipertanyakan dan diduga sebagian anggaran masuk kantong pribadi oleh oknum – oknum tertentu, sehingga Hama dan Gulma mengganggu pertumbuhan tanaman produksi tersebut tumbuh subur di areal HGU perkebunan PTPN IV UNIT TINJOWAN, Apalagi tanaman produksi yang masih produktif tersebut tampak sudah terlihat kering ataupun daunnya sudah mengering diduga akibat seranga ulat api yang tidak ditangani dengan baik dan dilakukan pembiaran sehingga pertumbuhan tanaman produksi tersebut tidak berkembang dengan baik.
Pada kelompok tanaman menghasilkan (TM) serangan ulat api akan berdampak pada penurunan produktifitas tanaman karena terganggunya proses fotosintesis yangmengakibatkan terganggunya proses pembentukan bunga dan buah Tanaman Menghasilkan (TM) seperti yang terjadi di Afdeling VI Kebun Unit Tinjowan, Kec. Ujung Padang, Kab. Simalungun, Sumatera Utara.
Saat awak media anews-chanel.com melakukan konfirmasi kepada Karpim PTPN IV UNIT Tinjowan terkait masalah Hama dan gulma yang mengganggu pertumbuhan Tanaman Produksi, bukannya awak media mendapat tanggapan konfirmasi, melainkan para pimpinan PTPN IV kebun unit Tinjowan kompak untuk memblokir whatshaap wartawan, hal ini menjadi pertanyaan, kemana anggaran yang telah dianggarkan PTPN IV yang sudah menjadi Surviving entity PalmCo tersebut.
Nusantara PTPN III (Persero) telah menggabungkan 13 perusahaan di bawah Holding Perkebunan Nusantara, menjadi dua Sub Holding, yakni PalmCo dan SupportingCo.
Subholding PalmCo dibentuk melalui penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV sebagai surviving entity dan pemisahan tidak murni PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV. Sedangkan Subholding SupportingCo dibentuk melalui penggabungan PTPN II, VII, VIII, IX, X, XI, XII, dan XIV ke dalam PTPN I.
PALMCO memiliki Harapan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia. Untuk mencapai hal tersebut mestinya perusahaan PTPN IV yang sebagai surviving entity dan pemisahan tidak murni PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV harus benar melakukan perawatan Tanaman Menghasilkan kelapa sawit dengan baik agar dapat mencapai harapan yang diinginkan. Namun karpim PTPN IV unit Tinjowan seakan tidak peduli dengan harapan yang ingin dicapai oleh PalmCo yang ingin menjadikan Badan Usaha Milik Negara Tersebut menjadi penghasil Kelapa sawit terbesar didunia.
Meskipun sebelumnya awak media melakukan konfirmasi kepada Manager dan Askep masih terlihat contreng dua tanda pesan terkirim namun Manager dan Askep PTPN IV Unit Tinjowan ini bukannya membalas konfirmasi wartawan namun malah memblokir nomor WhatshApp wartawan.
“Gimana ini, masa sekelas Manager dan Askep enggan di konfirmasi, padahal melakukan konfirmasi adalah demi berita yang berimbang, agar berita tersebut tidak terkesan berat sebelah dan dalam konfirmasi tersebut awak media menyertakan foto tumbuhan sawit yang kondisinya sangat buruk. Dengan aksi pemblokiran ini awak media menduga Manager PTPN IV Kebun unit Tinjowan melalukan korupsi dana perawatan tumbuhan sawit terhadap gulma.
BACA JUGA : Polres Simalungun Berhasil Menangkap 4 Pria Terlibat Peredaran Shabu di Kelurahan Perdagangan II
Menyikapi hal tersebut B. Panjaitan yang aktif di dunia Jurnalis dan organisasi wartawan ini sangat menyayangkan sikap dari Karpim PTPN IV Unit Tijowan tersebut, ” Sebagai perusahaan SubHolding harus melakukan perawatan Tanaman Menghasilkan dengan baik, agar mencapai harapan yang diharapkan, ketika dikonfirmasi wartawan dan langsung memblokir Whatshaap itu menjadi pertanyaan besar, ada apa sebenarnya PTPN IV unit Tinjowan ini ” Ucap Panjaitan. Dirinya juga menyampaikan akan menyurati pihak Kandir dengan melampirkan bukti – bukti berupa video dan foto – foto tanaman Hama dan gulma yang tumbuh subur di areal perkebunan PTPN IV Kebun Tinjowan. (A.S)




















