Deliserdang – Komitmen memperkuat kerja sama regional dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengembangan ekonomi sirkular kembali ditunjukkan melalui kunjungan Delegasi Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI) ke fasilitas pengelolaan limbah PT Sumatera Deli Lestari Indah (SDLi), di Dusun XIII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (19/6/2026).

Kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 6th IMT-GT Working Group on Environment, yang bertujuan memperkuat kolaborasi antarnegara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, pengurangan pencemaran, serta percepatan implementasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Rombongan delegasi meninjau langsung berbagai fasilitas pengelolaan limbah yang dimiliki PT SDLi untuk melihat praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan perusahaan dalam mengelola limbah secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Director of IMT-GT Subregional Cooperation, Amri Bukhairi Bakhtiar, mengatakan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan melihat aspek teknis pengolahan limbah, tetapi juga mempelajari bagaimana sektor industri dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin memahami secara langsung bagaimana SDLi mengelola limbah dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Selain teknologi dan sistem yang diterapkan, kami juga melihat bagaimana aktivitas perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga kualitas lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.

Menurut Amri, pengalaman dan model pengelolaan yang diterapkan SDLi berpotensi menjadi referensi penting bagi negara-negara anggota IMT-GT dalam mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada ekonomi sirkular.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Andina, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kerja sektor lingkungan IMT-GT yang terus dikembangkan guna memperkuat sinergi regional dalam menghadapi isu-isu lingkungan yang semakin kompleks.

Ia menilai PT SDLi menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan limbah melalui inovasi teknologi serta pengembangan fasilitas yang berkelanjutan.

“SDLi terus melakukan berbagai upaya peningkatan kinerja pengelolaan limbah melalui pengembangan fasilitas dan pemanfaatan teknologi yang lebih efektif. Salah satu langkah strategis yang dipaparkan perusahaan adalah rencana pengembangan pengelolaan sampah elektronik atau e-waste, yang saat ini menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di masa depan,” jelas Andina.

Dalam sesi pemaparan, manajemen PT SDLi menjelaskan sejumlah program pengembangan yang sedang dan akan dijalankan perusahaan. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun non-B3, penguatan teknologi pengolahan limbah terpadu, hingga pengembangan fasilitas khusus pengelolaan limbah elektronik.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi pengelolaan limbah menuju konsep ekonomi sirkular, yakni sistem yang mengutamakan pemanfaatan kembali sumber daya sehingga dapat mengurangi jumlah limbah yang berakhir di lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Legal and Compliance PT SDLi, Benny P. Sinaga, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Delegasi IMT-GT dan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup RI terhadap penguatan kerja sama regional di bidang lingkungan hidup.

“Kami merasa terhormat dapat menerima kunjungan para delegasi IMT-GT di fasilitas SDLi. Forum ini menjadi ruang yang sangat baik untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan kerja sama, serta membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam mendorong implementasi ekonomi sirkular di kawasan,” ungkap Benny.

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebatas agenda seremonial, melainkan mampu menghasilkan berbagai gagasan, inovasi, dan peluang kerja sama konkret yang dapat mendukung pengembangan tata kelola limbah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan pengelolaan limbah saat ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat.

“Kami optimistis sinergi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan IMT-GT akan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pengelolaan limbah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi salah satu bukti nyata semakin eratnya kerja sama negara-negara anggota IMT-GT dalam membangun solusi bersama terhadap isu lingkungan global, sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai pelopor pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada inovasi dan ekonomi hijau. (Tim)