SUMALUNGUN – Upaya licik seorang pria berinisial D.F.H (45) untuk menghilangkan barang bukti berakhir sia-sia. Satuan Narkoba Polres Simalungun bergerak cepat dan tanpa celah, meringkus pria tersebut saat diduga hendak bertransaksi narkotika jenis sabu di Kampung Dalam, Kecamatan Tanah Jawa.

Penangkapan yang terjadi pada Selasa (31/3/2026) sore itu berlangsung dramatis. Saat petugas mendekat, tersangka panik dan langsung membuang sebuah kotak rokok. Namun, gerak cepat personel Sat Narkoba tak memberi ruang—barang bukti berhasil diamankan sebelum sempat lenyap.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons cepat atas keresahan masyarakat yang selama ini mencium adanya aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Begitu informasi kami terima, personel langsung turun. Tidak ada ruang bagi pelaku untuk bergerak bebas,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 9 paket sabu dengan total berat bruto 4,18 gram. Selain itu, turut disita plastik klip kosong yang diduga untuk pengemasan, uang tunai Rp410 ribu yang kuat diduga hasil transaksi, serta satu unit handphone yang digunakan sebagai alat komunikasi jaringan.

Fakta di lapangan mengarah kuat bahwa D.F.H bukan sekadar pengguna. Ia diduga aktif sebagai pengedar yang menunggu pembeli di lokasi, menjadikan kawasan tersebut sebagai titik transaksi.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka menyebut nama seorang pria berinisial R sebagai pemasok barang haram tersebut. Pengakuan ini kini menjadi pintu masuk bagi aparat untuk membongkar jaringan yang lebih luas di wilayah Tanah Jawa.

Penangkapan ini sekaligus menegaskan bahwa wilayah yang sebelumnya disinyalir rawan peredaran narkoba mulai disisir serius oleh aparat. Polres Simalungun memastikan, penindakan tidak akan berhenti pada satu pelaku.

“Ini bukan akhir. Kami akan kejar sampai ke atasnya. Jaringan harus diputus,” tegas AKP Verry Purba.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Mako Polres Simalungun untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga terlibat.

Perang terhadap narkoba belum usai—dan kali ini, aparat menunjukkan bahwa setiap celah akan ditutup, setiap pelaku akan diburu.


Tim