SIMALUNGUN – Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagori Tahun Anggaran 2027 di Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, menjadi momentum memperkuat kolaborasi pembangunan. Tidak hanya antara pemerintah nagori dan masyarakat, tetapi juga membuka ruang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun serta para pengusaha yang menjalankan aktivitas usaha di wilayah tersebut.
Nagori Tangga Batu sendiri memiliki wilayah yang cukup luas dengan 13 dusun, sehingga kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat tentu memiliki karakter serta tantangan yang beragam di setiap wilayah. Kondisi tersebut membuat penyusunan RKP secara partisipatif menjadi penting agar setiap aspirasi dari masing-masing dusun dapat dipetakan dan disusun berdasarkan skala prioritas.
Musyawarah penyusunan RKP Nagori dilaksanakan di Aula Kantor Nagori dan dihadiri Camat Hatonduhan Bill Morgand Saragih, Pangulu Tangga Batu Hendro Putra Silalahi, Bhabinkamtibmas Aiptu RH Sianturi, Babinsa Sertu P Napitupulu, Gamot, Maujana, Sekretaris Nagori, Bidan Desa, Kader Posyandu, serta unsur tokoh dan perwakilan masyarakat. Pada Kamis, (17/09/2025)
Pembahasan tidak sekadar menyusun program kerja, tetapi menggali kebutuhan nyata masyarakat dari 13 dusun yang ada di Nagori Tangga Batu. Berbagai usulan yang muncul menjadi bahan untuk menentukan program yang benar-benar memiliki manfaat dan dapat dilaksanakan sesuai kemampuan serta kewenangan nagori.
Dalam arahannya, Camat Hatonduhan Bill Morgand Saragih menekankan pentingnya pemerintah nagori membangun koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. RKP Nagori harus memiliki arah yang jelas dan dapat disinergikan dengan program pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, tidak semua kebutuhan masyarakat dapat diselesaikan melalui kewenangan dan anggaran nagori. Karena itu, diperlukan komunikasi berjenjang agar usulan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dapat diteruskan dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan yang sesuai.
Terlebih Tangga Batu memiliki wilayah yang cukup luas dan terbagi dalam 13 dusun. Kondisi tersebut membutuhkan pola perencanaan yang mampu melihat kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, tanpa mengabaikan persoalan yang muncul di masing-masing dusun.
Semangatnya adalah jangan sampai pemerintah nagori berjalan sendiri. Ketika ada kebutuhan masyarakat yang membutuhkan penanganan lintas kewenangan, maka koordinasi dengan kecamatan dan perangkat daerah menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.
Sementara itu, Pangulu Tangga Batu Hendro Putra Silalahi menyampaikan bahwa pembangunan nagori membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen yang ada di wilayah tersebut.
Salah satu potensi yang dapat dibangun adalah komunikasi dengan para pengusaha dan pelaku usaha yang berada di Nagori Tangga Batu.
Keberadaan dunia usaha di tengah masyarakat dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari kekuatan bersama dalam mendukung kemajuan nagori. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan pengusaha perlu terus dibangun, terutama terhadap kebutuhan masyarakat yang dapat didukung melalui kepedulian sosial dan partisipasi dunia usaha.
Dengan wilayah yang luas dan memiliki 13 dusun, pemerintah nagori tentunya membutuhkan dukungan banyak pihak agar pembangunan tidak hanya bertumpu pada satu sumber pembiayaan.
Kolaborasi tersebut tentunya harus berjalan secara terbuka, proporsional dan sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa mengurangi kewenangan pemerintah maupun mengganggu independensi dalam penyelenggaraan pemerintahan nagori.
“Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah nagori. Masyarakat dan dunia usaha juga memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan dan aturan yang ada,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pembahasan RKP tersebut.
Dengan pola kolaborasi seperti itu, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dipetakan bersama. Pemerintah nagori menjalankan kewenangannya, pemerintah kecamatan melakukan koordinasi dan pembinaan, Pemerintah Kabupaten menangani program sesuai kewenangannya, sementara masyarakat dan dunia usaha dapat mengambil bagian dalam ruang-ruang kolaborasi yang memungkinkan.
Berbagai aspirasi dari masyarakat di masing-masing dusun menjadi bagian penting dalam penyusunan RKP Nagori TA 2027.
Keberadaan 13 dusun membuat proses perencanaan harus benar-benar memperhatikan pemerataan pembangunan dan pelayanan. Setiap dusun memiliki kebutuhan yang dapat berbeda, sehingga usulan masyarakat perlu dipetakan secara cermat sebelum ditetapkan menjadi prioritas pembangunan.
Usulan tersebut tidak serta-merta dimasukkan seluruhnya sebagai kegiatan, tetapi dibahas berdasarkan kebutuhan, manfaat, urgensi, kemampuan anggaran dan kewenangan nagori.
Dengan demikian, RKP diharapkan benar-benar menjadi dokumen perencanaan yang menggambarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar formalitas tahunan.
Bidang pelayanan publik menjadi salah satu perhatian. Pemerintah Nagori Tangga Batu didorong terus melakukan pembenahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin tertib, cepat dan mudah.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian melalui keterlibatan Bidan Desa dan Kader Posyandu. Begitu pula pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur serta kebutuhan pembangunan di setiap dusun.
Penyusunan RKP Nagori TA 2027 pada akhirnya diarahkan untuk membangun pola kerja yang lebih kolaboratif.
Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Dunia usaha pun perlu diberikan ruang untuk berkontribusi secara tepat.
Ketiganya dapat dipertemukan melalui komunikasi dan perencanaan yang terbuka.
Nagori menyusun kebutuhan dari bawah, kecamatan membantu mengoordinasikan, Pemerintah Kabupaten Simalungun menjadi bagian dari sinergi pembangunan sesuai kewenangannya, sementara pengusaha dan elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam mendukung berbagai kebutuhan sosial dan pembangunan yang memungkinkan.
Dengan wilayah yang cukup luas dan mencakup 13 dusun, Tangga Batu memiliki tantangan tersendiri dalam memastikan pembangunan dan pelayanan dapat dirasakan secara merata. Karena itu, kolaborasi lintas unsur menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat pembangunan nagori.
Semangat yang dibangun dalam RKP Nagori Tangga Batu TA 2027 adalah “dari masyarakat, direncanakan bersama, dilaksanakan sesuai kewenangan, dan diperkuat melalui kolaborasi.”
Dengan semangat tersebut, RKP Nagori bukan hanya menjadi daftar program tahunan, tetapi diharapkan menjadi pijakan bersama untuk mendorong Tangga Batu semakin maju, pelayanan semakin baik, pembangunan lebih merata di 13 dusun, serta manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat.
(Tim)










