SIMALUNGUN – Suasana hening mendadak berubah duka di kawasan Perladangan Sigarantung, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Seorang pemuda berusia 27 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah gubuk perladangan, Kamis (7/5/2026) petang. Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga sekitar.
Korban diketahui bernama Jonri Noves Tindaon (27), seorang mahasiswa asal Dusun Bagot Puloan, Nagori Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan. Ia ditemukan dalam posisi tergantung di tiang broti gubuk milik Daud Hamonangan Gultom yang berada di Dusun Negeri Dolok Kahean, Nagori Marihat Dolok.
Begitu menerima laporan masyarakat, jajaran Polres Simalungun bergerak cepat menuju lokasi. Kapolsek Dolok Panribuan IPTU P. Ponijan SH bersama Kanit Reskrim IPDA B. Hutasoit dan personel langsung melakukan pengamanan lokasi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim INAFIS Polres Simalungun dan tenaga medis dari Puskesmas Dolok Panribuan turut diterjunkan guna memastikan proses penanganan berjalan profesional dan transparan.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa respons cepat dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan dan kepastian kepada masyarakat.
“Begitu informasi diterima, personel langsung turun ke lokasi melakukan pengamanan, evakuasi dan pemeriksaan. Penanganan dilakukan secara profesional serta humanis,” ujar AKP Verry Purba, Jumat (8/5/2026).
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui oleh Nike Ardillah Gultom (23), putri pemilik gubuk. Sebelumnya, sekitar pukul 15.00 WIB, korban diketahui datang ke rumah keluarga saksi dan sempat meminjam telepon genggam.
Namun beberapa jam kemudian, saksi mulai merasa curiga terhadap keberadaan korban. Ia lalu berjalan menuju gubuk perladangan dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung.
Panik dan ketakutan, saksi langsung berlari pulang memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua dan keluarganya. Warga yang datang ke lokasi kemudian menurunkan tubuh korban dengan memotong kain sarung yang digunakan.
Kepala desa setempat segera menghubungi pihak kepolisian. Tidak lama berselang, personel Polsek Dolok Panribuan tiba di lokasi dan langsung memasang garis polisi serta melakukan pemeriksaan awal.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis bersama INAFIS, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Peristiwa ini dikategorikan non-pidana,” jelas AKP Verry Purba.
Informasi yang dihimpun menyebutkan korban diduga mengalami tekanan emosional akibat persoalan hubungan asmara. Namun demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan seluruh fakta di lapangan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk pemeriksaan VER luar atas permintaan keluarga sebelum dipulangkan ke rumah duka.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Warga yang mengenal korban mengaku tidak menyangka Jonri akan mengakhiri hidup dengan cara tragis.
Polres Simalungun juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar, terutama mereka yang sedang menghadapi tekanan hidup maupun persoalan pribadi.
“Jangan memendam masalah seorang diri. Ceritakan kepada keluarga, sahabat atau pihak yang dipercaya. Kepedulian kecil bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” tutup AKP Verry Purba.
(Tim)











