Menu

Mode Gelap
 

Ekonomi Β· 11 Jan 2024 12:49 WIB

Terkait Jalan Rusak, Warga Saribuasih Hanya Di Beri JP


 Kondisi Jalan Saribuasih Jika Hujan Tiba Perbesar

Kondisi Jalan Saribuasih Jika Hujan Tiba

SIMALUNGUN _ Kondisi jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Tanah Jawa Ke Hatonduhan Menuju Kecamatan Dolok Panribuan tembus Simpang Kawat Lanjut ke Parapat Danau Toba yang berada di Nagori Saribuasih semakin hari semakin rusak.

Banyaknya lobang besar dan kecil menjadi hiasan bahkan ketika hujan deras Jalan Saribuasih Menuju Nagori Tangga Batu tak ubahnya seperti sungai. Kamis (11/01/2024)

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH sudah beberapa kali melintas dan melihat langsung kondisi jalan tersebut, namun hingga saat ini jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Saribuasih dan sekitarnya tak juga diperbaiki.

Kilas balik di bulan Oktober 2022 Bupati Simalungun didampingi beberapa OPD turun kelokasi jalan tersebut, kala itu Camat Hatonduhan bersama para ASN dan Masyarakat setempat melaksanakan kegiatan Marharoan Bolon yang sebahagian besar dana kegiatan tersebut di sokong oleh para pengusaha, saat itu Anggota DPRD dari Partai Gerindra dan Demokrat juga hadir kegiatan Marharoan Bolon yang di hadiri langsung oleh Bupati Simalungun.

Sejumlah awak media kala itu juga hadir, dan langsung mewawancarai Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, dalam sesi wawancara, salah satu awak media dari Siantar 24 News Sahat Pardede mempertanyakan langsung kepada Bupati Simalungun, kapan jalan Saribuasih diperbaiki Pak..! tanya Pardede.

Bupati Simalungun menjawab “Pertengahan Tahun 2023 segera kita lakukan perbaikan, tolong dicatat agar dimasukkan ke SPID, Kata Bupati seraya memanggil ajudannya.

Saat kegiatan Marharoan Bolon 2022 di jalan Saribuasih juga hadir Anggota DPRD Dari Partai Demokrat Johanes Sipayung SE, Ia juga mengatakan “di tahun 2023 kita akan mengawal agar perbaikan jalan ini dilakukan sesegera mungkin oleh Pemkab Simalungun.

Sehingga penyatuan Bupati dan Anggota DPRD Simalungun tersebut menjadi kabar gembira bagi masyarakat Saribuasih, ibarat kata masyarakat Saribuasih mendapat angin sorga.

Namun sayang seribu kali sayang, pernyataan para petinggi hanya JP (Janji Palsu) pasalnya hingga 2023 berakhir perbaikan jalan di Saribuasih tak pernah terjadi, bahkan sekarang jalan tersebut semakin hari semakin rusak dan ketika hujan jalan deras tersebut berubah jadi sungai.

Sahat Perdede selaku awak media dan beliau juga bahagian dari masyarakat Saribuasih menyesalkan ucapan Bupati Simalungun dan Anggota DPRD Simalungun tersebut.

Betapa tidak….! Tahun 2023 masyarakat Saribuasih hanya diberi angin sorga, perbaikan jalan Saribuasih yang di gaung-gaungkan tak pernah terjadi, berharap tahun 2024 sepertinya mustahil, kami dengar anggaran 2024 sebahagian akan digunakan untuk Pemilu dan artinya sangat tidak mungkin akan ada perbaikan jalan di Saribuasih. Kata Sahat Pardede.

“Kami masyarakat Saribuasih hanya di berikan JP (Janji Palsu) dan mirisnya kondisi jalan Saribuasih yang masih kopat kapit juga akan Fortal oleh Dinas Perhubungan dengan dalih memelihara jalan agar tak semakin rusak.

“Pak Bupati dan Pak Anggota DPRD Simalungun kami masyarakat Saribuasih tidak butuh janji, kami mau bukti, jangan diucapkan jika tak bisa direalisasikan, Kata Sahat Perdede dengan nada kesal. (Red/Tim)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PTPN IV Unit Kebun Balimbingan Terus Melakukan Pengawasan Di Lokasi Lahan TU Afdeling II, Yang Dikerjakan Vendor

16 Mei 2024 - 13:59 WIB

Kembangkan Ekonomi Masyarakat, Pangulu Buntu Turunan Gandeng Perbankan

14 Mei 2024 - 14:31 WIB

Menjaga Kebersihan Lingkungan Safrizal Butar-Butar Pangulu Tanjung Pasir Kembangkan Potensi Desa.

14 Mei 2024 - 09:10 WIB

PTPN IV Regional II Unit Kebun Tonduhan Tanam Perdana Tahun 2024.

26 April 2024 - 21:54 WIB

Ny Ratnawati Radiapoh Hasiholan Sinaga: “Kontribusi Perempuan Semakin Diperlukan”

5 April 2024 - 13:46 WIB

Gawat, !!!. Anggaran 11 Milyar, Pengerjaan Proyek Tembok Drenase Desa Kong Hingga Kedah Kurang Volume Diduga Tak Sesuai RAB.

29 Maret 2024 - 19:30 WIB

Trending di Ekonomi