PEMATANGSIANTAR — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Franziskus Taslim, turun langsung ke Pematangsiantar, Senin (17/8/2026). Kehadirannya disambut Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Simalungun Jefra H. Manurung, SH bersama Ketua DPD Partai NasDem Kota Pematangsiantar dan jajaran kader serta legislator NasDem dari wilayah Siantar-Simalungun.

Pertemuan yang berlangsung di Kok Tong Megaland tersebut dikemas dalam suasana santai melalui agenda “Ngobrol dan Ngopi”. Namun, di balik suasana cair itu, pembicaraan yang berlangsung justru menyentuh agenda serius: konsolidasi organisasi, penguatan kader, strategi politik daerah dan target besar NasDem menghadapi Pemilu 2029.

Jefra H. Manurung, SH bersama jajaran NasDem Simalungun menunjukkan kesiapan daerah menyambut agenda konsolidasi tersebut. Pertemuan dengan Sekjen menjadi ruang penting untuk menyampaikan dinamika politik daerah sekaligus menyatukan langkah antara struktur pusat dan daerah.

Agenda “ngobrol dan ngopi” menjadi gambaran bagaimana komunikasi internal NasDem dibangun secara langsung. Hermawi Taslim tidak hanya bertemu pengurus, tetapi berdialog dengan kader dan legislator untuk mendengar perkembangan organisasi serta berbagai dinamika yang terjadi di lapangan.

Pesannya jelas: partai tidak boleh hanya bergerak ketika pemilu sudah di depan mata.

Konsolidasi harus dilakukan sejak sekarang. Struktur organisasi harus hidup, kader harus aktif, legislator harus menunjukkan kerja nyata, dan seluruh elemen partai harus memiliki kedekatan dengan masyarakat.

Bagi NasDem, kekuatan elektoral tidak lahir secara tiba-tiba pada hari pencoblosan. Kekuatan tersebut dibangun jauh sebelumnya melalui kerja organisasi, konsistensi kader dan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, peran DPD NasDem Simalungun di bawah kepemimpinan Jefra H. Manurung, SH menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan partai di daerah.

Pembicaraan semakin mengarah pada agenda politik 2029. Gerakan “NasDem Naik Kelas” menjadi salah satu target strategis yang ingin diwujudkan Partai NasDem.

Targetnya tidak kecil. NasDem diarahkan untuk mampu menembus tiga besar, bahkan dua besar secara nasional pada Pemilu 2029.

Untuk mencapai target tersebut, NasDem membutuhkan mesin organisasi yang kuat dari pusat hingga daerah. Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Struktur partai, kader, legislator dan para tokoh harus bergerak dalam satu garis perjuangan.

Siantar-Simalungun pun tidak sekadar menjadi lokasi pertemuan. Wilayah ini menjadi bagian dari peta konsolidasi politik NasDem menuju 2029.

Kehadiran Jefra H. Manurung, SH bersama jajaran pengurus dan kader NasDem Simalungun menunjukkan bahwa konsolidasi daerah menjadi bagian penting dari strategi memperkuat posisi NasDem menghadapi pertarungan politik mendatang.

Pertemuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Tidak ada panggung besar, tidak ada seremoni panjang. Hanya duduk bersama, berdialog dan menikmati kopi.

Namun, dari ruang sederhana itu, arah politik partai dibicarakan.

Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, tetapi mesin politik tidak bisa baru dinyalakan ketika tahapan pemilu dimulai.

Kader harus mulai bekerja. Struktur harus diperkuat. Komunikasi dengan masyarakat harus diperluas. Para legislator harus menunjukkan keberpihakan melalui kerja nyata.

Inilah inti konsolidasi yang dibangun NasDem.

Bagi Jefra H. Manurung, SH dan jajaran NasDem Simalungun, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan struktur daerah tetap solid dan mampu menerjemahkan agenda besar partai ke dalam kerja politik di lapangan.

Sementara bagi NasDem secara keseluruhan, pertemuan di Pematangsiantar menjadi pengingat bahwa target “NasDem Naik Kelas” tidak cukup hanya dibicarakan di tingkat pusat.

Target itu harus dimulai dari daerah.

Dari Simalungun, Pematangsiantar dan seluruh wilayah Siantar-Simalungun, konsolidasi menuju 2029 mulai dipanaskan.

Bukan sekadar ngopi. Ini konsolidasi. Ini persiapan. Dan ini bagian dari langkah NasDem menuju pertarungan politik 2029.

(Tim)