SIMALUNGUN – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sebagai tindak lanjut atas hasil pemantauan dan penilaian pelaksanaan Program PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) yang dilakukan Tim PKK Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.

Rakor yang berlangsung di Aula Kantor Pangulu Nagori Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Jumat (3/7/2026), dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Simalungun, Sri Wahyuni. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Program PAAREDI di Nagori Dolok Maraja yang dipercaya mewakili Kabupaten Simalungun sebagai Nagori Percontohan PKK pada ajang penilaian tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Selain melakukan evaluasi terhadap hasil pembinaan yang telah berjalan, rapat juga difokuskan pada penyusunan strategi dan rencana kerja guna memastikan seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal melalui pendampingan yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Rakor dihadiri pengurus TP PKK Kabupaten Simalungun, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Tapian Dolok beserta unsur Forkopimca, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Simalungun, serta jajaran TP PKK tingkat kecamatan dan nagori.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagori (DPMN) Kabupaten Simalungun, Hilde Saragih, menjelaskan bahwa pendampingan terhadap nagori percontohan dilaksanakan melalui enam program prioritas yang saling terintegrasi.

Program tersebut meliputi KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis), KRISAN (Keluarga Indonesia Sadar Narkoba), KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan), KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual), KIAT (Keluarga Indonesia Anti-Trafficking), serta PKBN (Pembinaan Kesadaran Bela Negara).

Menurut Hilde, seluruh program tersebut harus dilaksanakan secara sinergis agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Nagori Dolok Maraja sebagai nagori percontohan yang unggul dan layak bersaing di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Simalungun, Sri Wahyuni, mengatakan bahwa hasil monitoring dari Tim PKK Provinsi Sumatera Utara menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan berbagai aspek pelaksanaan program.

“Masih terdapat beberapa indikator yang perlu diperkuat. Karena itu, peserta rapat dibagi ke dalam kelompok kerja yang akan didampingi langsung oleh OPD sesuai bidangnya masing-masing. Dengan pendampingan yang lebih fokus, kami optimistis seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara maksimal,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, TP PKK Kabupaten Simalungun berharap terbangun sinergi yang semakin solid antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagori, TP PKK, serta seluruh instansi pembina dalam menyukseskan Program PAAREDI.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pembinaan keluarga di era digital sekaligus mengantarkan Nagori Dolok Maraja meraih hasil terbaik pada penilaian Program PAAREDI tingkat Provinsi Sumatera Utara, sehingga semakin mengharumkan nama Kabupaten Simalungun. (JF)