Asahan — Warga Kabupaten Asahan digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria paruh baya dalam kondisi mengenaskan di rumahnya sendiri. Korban, Darman (58), warga Dusun VIII, Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan tangan dan kaki terikat serta mulut dibekap kain, Jumat pagi (30/5/2025).
Korban pertama kali ditemukan oleh dua rekan kerjanya yang hendak menjemputnya untuk pergi ke ladang. Sontak, penemuan itu membuat geger warga setempat.
Pihak desa segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kota Kisaran, dan Tim Satreskrim Polres Asahan langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi. Hasil autopsi mengungkap bahwa Darman tewas akibat kekerasan fisik berat.
Setelah melakukan penyelidikan intensif, polisi berhasil mengungkap identitas dua tersangka yang mengejutkan: Andika alias Gundi (31) dan Supriadi alias Rizal alias Kunting, yang ternyata merupakan tetangga korban sendiri.
Andika lebih dulu dibekuk pada 7 Juni 2025 saat hendak melarikan diri dari loket bus di Kecamatan Simpang Empat. Sementara Rizal, yang sempat buron, akhirnya ditangkap pada 23 Juni 2025 sekitar pukul 21.00 WIB di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Kanit Jatanras Polres Asahan, Ipda Asido Nababan, menjelaskan bahwa kedua pelaku mendatangi rumah korban dengan niat jahat. Mereka membekap mulut serta mengikat tangan dan kaki korban menggunakan potongan karet ban. Setelah menindih tubuh korban hingga tewas, keduanya mengambil uang tunai sebesar Rp6 juta dan melarikan diri.
Dalam pemeriksaan, Rizal mengaku uang hasil rampokan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, membeli vape dan narkoba, serta membiayai pelarian.
Kini, keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, serta Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.
Kasus ini menjadi cermin gelap bahwa pelaku kejahatan bisa saja berasal dari lingkungan terdekat. Ia juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan solidaritas masyarakat dalam menjaga keamanan sekitar. Kesigapan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini pun patut diapresiasi.
Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih peka terhadap lingkungan dan saling menjaga sesama.
Tim Redaksi











